Ayo Lawan Kekerasan Domestik, Lakukan Tiga Hal Ini

Ilustrasi perempuan.
Sumber :
  • www.pixabay.com/Counselling

VIVA – Meski korban kekerasan domestik tak melulu adalah kaum hawa, efek yang dirasakan pada dasarnya akan serupa, baik itu korban wanita atau pria. Bagi wanita yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga bisa mendapat pertolongan pertama dari yayasan khusus wanita yang memberi perlindungan pada wanita. Hal itu diungkapkan oleh psikolog Roslina Verauli.

Wamenaker Ebenezer Koordinasi ke Imigrasi, Dorong WNA Penganiaya Wanita di Batam Dideportasi

"Mesti melaporkan. Makanya ada komisi-komisi perempuan, kayak yayasan pulih, enggak langsung ke polisi. Sebaiknya berkonsultasi ke yayasan, lembaga yang memang mendukung perlindungan terhadap perempuan. Jadi dia harus melakukan itu dulu, melapor dulu," kata Vera saat dihubungi VIVA, Selasa, 6 Maret 2018.

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga.

Konsulen Anestesi RSMH Dinonaktifkan Buntut Lakukan Kekerasan ke Peserta PPDS Unsri

Hal tersebut bisa saja dilakukan kalau merasa malu untuk melapor langsung pada polisi. Tapi lain cerita kalau terjadi kekerasan secara fisik.

"Tapi kalau sampai cidera wajib punya bukti untuk laporan, terpaksa ke polisi,” ucapnya.

Komisi III DPR Akan Cecar Taman Safari dan Eks Pemain Sirkusnya Buntut Dugaan Kekerasan

Yang terakhir yang harus dilakukan wanita adalah women empowerment, di mana wanita dilatih untuk bisa memiliki kendali, kuasa atas dirinya sendiri. Dengan cara memiliki pendidikan yang baik, pekerjaan, memberdayakan diri sendiri sehingga tidak bergantung pada pasangan.

"Dia (wanita) harus memberdayakan dirinya sendiri, jadi dia enggak boleh inferior lagi (merasa rendah, tergantung berlebihan), dia harus mulai membangun jejaring pertemanan, mengedukasi diri, berkarya, agar merasa dia kompeten," tutup Vera. 

Warga membubuhkan tanda tangan saat aksi Menolak Kekerasan Terhadap Perempuan di Solo, Jawa Tengah. (Foto ilustrasi)

Ketua IIFPG: Banyak Pelaku Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Justru dari Kalangan Berpendidikan

Persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak dinilai sudah urgen.

img_title
VIVA.co.id
20 Mei 2025