Waspadai Lemak Trans, Ancaman Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari

Talkshow Trans Fat Free for A Fit Life
Sumber :
  • ist

VIVA – Dalam era modern yang serba praktis, makanan olahan dan siap saji telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup banyak orang. Namun, tanpa disadari, sebagian dari makanan tersebut mengandung zat berbahaya yang mengancam kesehatan, salah satunya adalah lemak trans (trans fat). Lemak ini kerap ditemukan dalam berbagai produk makanan komersial, seperti biskuit, makanan cepat saji, donat, dan margarin tertentu.

img_title Keinginan Mpok Alpa Meninggal di Hari Jumat Terkabul

Lemak trans adalah jenis lemak tidak jenuh yang telah mengalami proses hidrogenasi parsial, yakni proses kimia yang mengubah minyak cair menjadi bentuk padat agar lebih stabil secara kimia dan memiliki masa simpan yang lebih lama. Proses ini dulunya dianggap efisien bagi industri makanan, namun kini terbukti membawa dampak negatif serius bagi kesehatan manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengapa Lemak Trans Berbahaya?

img_title Pekerjaan Suami Mpok Alpa, Gimana Nasibnya Harus Rawat 4 Anak Termasuk Bayi Kembar?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi lemak trans dapat:

- Meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat),
- Menurunkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik),
- Meningkatkan risiko penyakit jantung koroner,
- Memicu stroke, peradangan, hingga beberapa jenis kanker,
- Memengaruhi resistensi insulin, yang bisa memicu diabetes tipe 2.

img_title TERPOPULER: Daftar Artis Indonesia Meninggal Karena Kanker, Rahasia Hidup Mpok Alpa yang Baru Terungkap

WHO bahkan meluncurkan inisiatif global REPLACE yang menyerukan penghapusan total lemak trans dari rantai makanan dunia pada tahun 2023.

Sebagai respons terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan makanan sehat, sebuah talkshow bertema Trans Fat Free for A Fit Life diselenggarakan pada 29 Mei 2025 di Main Atrium AEON BSD City. Acara ini bertujuan untuk mengedukasi publik tentang bahaya lemak trans serta mengajak masyarakat untuk mulai cermat dalam memilih bahan makanan yang dikonsumsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara, antara lain health enthusiast Reisa Broto Asmoro, publik figur Marshanda, serta perwakilan dari Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Dalam diskusinya, Reisa menjelaskan bahwa lemak trans dapat memicu berbagai penyakit kronis. Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih teliti terhadap label gizi pada produk makanan, khususnya memastikan produk tersebut bebas dari lemak trans.

Sementara itu, Wiranti selaku Brand Manager Forvita mengatakan bahwa Forvita yang sudah diluncurkan sejak tahun 2005, konsisten memberikan produk margarin yang bebas lemak trans. Ia menyampaikan komitmennya dalam mendukung gaya hidup sehat. Produk margarin mereka diklaim mengandung 0% lemak trans, sehingga lebih aman dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut