Ketahui Manfaat dan Efek Samping Terapi Bekam
Selasa, 9 Agustus 2016 - 14:54 WIB
Sumber :
- Instagram nataliecoughlin
VIVA.co.id
- Ada yang unik pada pagelaran Olimpiade Rio 2016 yang berlangsung 5 Agustus 2016. Beberapa peraih medali pada ajang olimpiade tersebut terlihat memiliki memar merah berbentuk lingkaran disekujur tubuhnya. Ya, tanda lingkaraan merah tersebut adalah bekam. Atlet Michael Phelps perenang asal Amerika, Alex Naddour dan kelompok atlet senam lantai asal Amerika juga dilaporkan berbekam sebelum menjalani Olimpiade tersebut.
Bekam adalah salah satu pengobatan alternatif, menggunakan mangkuk kaca yang berfungsi untuk menyedot darah dari permukaan kulit. Para pengobat tradisional percaya bahwa terapi bekam dapat mengatur transportasi darah untuk menyembuhkan berbagai penyakit medis.
Terapi bekam merupakan kepercayaan yang berasal dari kitab pengobatan kuno yang berasal dari Mesir, China dan Timur Tengah. Salah satu buku pengobatan kuno di dunia Ebers Papyrus, menuliskan bahwa bangsa mesir menggunakan pengobatan ini pada 1550 SM.
Meskipun masih diragukan dalam pengobatan medis, namun ternyata pengobatan tradisional ini justru populer dikalangan atlet hingga selebriti dunia seperti Gwyneth Paltrow, Lionel Richie dan Jenifer Love Hewit juga menerapkannya.
Dilansir Webmd, American Cancer Society mengatakan bahwa pengobatan barat bersikap skeptis terhadap bekam. Lembaga ini juga memberikan pernyataan bahwa berdasarkan bukti dasar penelitian yang telah dilakukan, bekam tidak mampu menyembuhkan kanker atau penyakit medis lainnya. Dalam pernyataannya menyebutkan bahwa laporan mengenai keberhasilan bekam mengatasi penyakit medis lebih banyak berbentuk anekdot dan empiris saja, tidak ada bukti ilmiah.
Meski demikian, pada 2012 sebuah studi yang diterbitkan jurnal PLoS ONE menyebutkan bahwa terapi bekam memiliki manfaat lebih dari sekedar efek plasebo. Australia dan China menerbitkan sekitar 135 studi mengenai terapi bekam yang diterbitkan di sekitar tahun 1992 dan 2010. Mereka menyebutkan bahwa terapi bekam akan berdampak efektif jika dikombinasikan dengan pengobatan tradisional lain seperti akupuntur dapat mengobati penyakit seperti herpes, masalah jerawat, paralisis wajah, dan spondilosis servikal.
Namun, para peneliti langsung menyanggahnya dan mengakui banyak penelitian yang bias. Mereka mengatakan bahwa penelitian tersebut tidak menggambarkan kesimpulan yang pasti.
Macam terapi bekam
Baca Juga
Bekam adalah salah satu pengobatan alternatif, menggunakan mangkuk kaca yang berfungsi untuk menyedot darah dari permukaan kulit. Para pengobat tradisional percaya bahwa terapi bekam dapat mengatur transportasi darah untuk menyembuhkan berbagai penyakit medis.
Baca Juga
Terapi bekam merupakan kepercayaan yang berasal dari kitab pengobatan kuno yang berasal dari Mesir, China dan Timur Tengah. Salah satu buku pengobatan kuno di dunia Ebers Papyrus, menuliskan bahwa bangsa mesir menggunakan pengobatan ini pada 1550 SM.
Meskipun masih diragukan dalam pengobatan medis, namun ternyata pengobatan tradisional ini justru populer dikalangan atlet hingga selebriti dunia seperti Gwyneth Paltrow, Lionel Richie dan Jenifer Love Hewit juga menerapkannya.
Dilansir Webmd, American Cancer Society mengatakan bahwa pengobatan barat bersikap skeptis terhadap bekam. Lembaga ini juga memberikan pernyataan bahwa berdasarkan bukti dasar penelitian yang telah dilakukan, bekam tidak mampu menyembuhkan kanker atau penyakit medis lainnya. Dalam pernyataannya menyebutkan bahwa laporan mengenai keberhasilan bekam mengatasi penyakit medis lebih banyak berbentuk anekdot dan empiris saja, tidak ada bukti ilmiah.
Meski demikian, pada 2012 sebuah studi yang diterbitkan jurnal PLoS ONE menyebutkan bahwa terapi bekam memiliki manfaat lebih dari sekedar efek plasebo. Australia dan China menerbitkan sekitar 135 studi mengenai terapi bekam yang diterbitkan di sekitar tahun 1992 dan 2010. Mereka menyebutkan bahwa terapi bekam akan berdampak efektif jika dikombinasikan dengan pengobatan tradisional lain seperti akupuntur dapat mengobati penyakit seperti herpes, masalah jerawat, paralisis wajah, dan spondilosis servikal.
Namun, para peneliti langsung menyanggahnya dan mengakui banyak penelitian yang bias. Mereka mengatakan bahwa penelitian tersebut tidak menggambarkan kesimpulan yang pasti.
Macam terapi bekam
Halaman Selanjutnya