Sering Orgasme Kurangi 33 Persen Risiko Kanker Prostat

Ilustrasi pria orgasme.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Gaya hidup dan diet sehat dapat mencegah timbulnya kanker prostat pada pria. Namun studi menunjukkan bahwa hubungan intim atau masturbasi juga bisa menurunkan risiko kanker prostat.

img_title Joe Biden Divonis Kanker Prostat Skor Gleason 9, Seberapa Serius Kondisinya?

Dilansir dari Medical Daily, studi yang dipublikasikan dalam European Urology, menemukan ada kaitan seberapa banyak pria melakukan masturbasi dengan kemungkinan terkena kanker prostat. Berdasarkan studi, orgasme sebanyak 21 kali dalam sebulan dengan masturbasi maupun hubungan intim bisa mengurangi risiko kanker prostat hingga 33 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penemuan ini memberikan bukti tambahan terkait manfaat baik dari ejakulasi secara rutin pada orang dewasa yang menurunkan risiko kanker prostat," ujar peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health.

img_title Fakta-Fakta Kanker Prostat, Penyakit yang Diderita Mantan Presiden AS Joe Biden

Namun, belum diketahui alasannya secara detail mengapa banyak orgasme bisa baik untuk prostat.
Satu teori mengatakan, aktivitas ejakulasi atau mengeluarkan cairan sperma mencegah penimbunan zat karsinogen dalam kelenjar prostat.

Prostat adalah kelenjar yang memproduksi cairan untuk mani ketika ejakulasi yang mengaktifkan sperma dan mencegah keduanya bercampur. Cairan itu mengandung potassium, zinc, fruktosa dan asam sitra yang yang dialirkan dari pembuluh darah.

img_title Inovasi Dahsyat! Terapi Lutetium PSMA: Pengobatan Kanker Prostat Non-Invasif yang Bikin Pasien Lebih Tenang!

Karena itu, semakin sering pria mengalami ejakulasi, semakin kecil kemungkinan kerusakan pada sel di sekitar prostat. Menurut American Cancer Society, kanker prostat terutama menyerang pria berusia di atas 50 tahun, dan risiko meningkat seiring bertambahnya usia.

Mantan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden

Kanker Prostat Joe Biden, Seberapa Serius Kondisinya Saat Ini?

Meskipun penyebab pastinya masih belum jelas, beberapa bukti menunjukkan bahwa pola makan tinggi lemak bisa menjadi faktor penyebabnya.

img_title
VIVA.co.id
20 Mei 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut