Cara Berdamai dengan Penyesalan Hidup
- Pixabay/Adina Voicu
VIVA.co.id – Penyesalan selalu datang belakangan, banyak orang yang merasakan penyesalan dan berharap ada kesempatan lain untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan. Rasa menyesal seakan tidak bisa dilepaskan dari hidup seseorang, yang bahkan membuat mereka susah untuk move on.
Sebuah penelitian dilakukan untuk mencari jalan keluar dari rasa penyesalan yang bisa mengganggu masa depan seseorang, karena masih terbelenggu di masa lalu.
Seperti dilansir dari Live Science, orang-orang dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin ini mengalami penyesalan mendalam dibanding orang lain.
Jia Wei Zhang, siswa Psikologi dari Universitas California mengatakan, meski penyesalan seringkali sangat menyakitkan, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa beberapa orang bisa mengatasinya dan merasa lebih kuat setelahnya.
Tapi ini tidak berlaku untuk semua orang, penelitian dilakukan karena ingin lebih mengerti mengapa beberapa orang merasa ada kemajuan dari penyesalan, sedangkan sebagian lainnya tidak. Mereka menduga perbedaannya terletak dari bagaimana orang menengok lagi penyesalan mereka.
Dan mereka menemukan bahwa orang dalam kelompok yang mempunyai rasa kasih pada diri sendiri dikatakan memiliki perasaan lebih besar untuk menerima, memaafkan dan mengembangkan diri. Dengan kata lain, fokus pada kualitas diri terbaik akan membantu orang merasa lebih baik terkait penyesalan.
"Orang yang mengasihi diri mampu menghadapi penyesalan mereka dan melihat apa yang salah, sehingga mereka bisa membuat keputusan lebih baik di masa mendatang," kata Zhang.
Peneliti menambahkan bahwa elemen penerimaan hanyalah satu bagian dari alasan mengapa mengasihi diri membantu orang untuk berkembang setelah melakukan sesuatu yang mereka sesali.