Kronologi Penyakit yang Diderita Bondan Winarno

Bondan Winarno.
Sumber :
  • Facebook: Widia Djatiningrum

VIVA –Pakar Kuliner Indonesia, Bondan Winarno, meninggal dunia setelah menderita gagal jantung dan komplikasi. Pria yang dulu pernah berprofesi sebagai jurnalis itu meninggal di usia 67 tahun pada pukul 09.05 WIB, Rabu, 29 November 2017.

img_title Kardiomiopati Bisa Berujung Gagal Jantung Hingga Mati Mendadak, Begini Cara Deteksi Dininya

Sebelum wafat, ternyata ia sempat menuliskan pesan untuk anggota milis komunitas Jalansutra yang berisikan kronologi riwayat penyakitnya. Jalansutra sendiri merupakan suatu komunitas wisata boga yang sangat terkenal di Indonesia. Bondan merupakan pelopor dan ketuanya. Pesan di milis itu lantas dibagikan salah seorang anggota di akun Facebook Jalansutra.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika VIVA menelusuri akun Facebook tersebut, akun bernama Harnaz Tagore membagikan pesan Bondan tertanggal 6 Oktober 2017 pukul 13.19 WIB. Dalam milis itu tertulis bahwa dirinya mulai mengalami sakit sejak tahun 2005 ketikatengah berada dalam penerbangan dari Singapura menuju Jakarta.

img_title Tanggap Dampak Kolesterol, Jaga Ritme Metabolik Tubuh untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

Selama perjalanan menuju Jakarta, dirinya merasakan baal atau kesemutan di ujung jari tangan kanannya. Ketika tiba di Soekarno Hatta ia pun langsung menuju ke Rumah Sakit Premier Bintaro. Di RS itu, Bondan langsung menjalani MRI.

Setelah melakukan pemeriksaan MRI, Bondan disarankan observasi di RSP Bintaro selama tiga hari. Kesimpulannya, ahli jantung sangat meyakini dirinya mengalami penyumbatan arteri jantung dan harus menjalani kateterisasi sesegera mungkin. Namun, seorang neurologis di RS yang sama memberikan pendapat yang berbeda. Neurologis itu mengatakan bahwa ia sama sekali tidak menderita penyakit jantung.

img_title Operasi MICS, Hadirkan Harapan Baru untuk Pasien Penyakit Jantung Bawaan

Bimbang dengan hal tersebut, Bondan pun mencari second opinion dengan mendatangi Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI). Di sana ia diberikan kesimpulan yang sama.

"Cardiologist bilang harus kateterisasi segera. Neurologist RSPI juga bilang, bukan masalah jantung. Dalam kebimbangan, saya memilih tidak menjalani kateterisasi, tapi hanya minum Plavix (pil pengencer darah) untuk menghindari penyumbatan arteri," tulis Bondan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setahun setelah minum Plavix terus-menerus, diketahui ia nyaris pingsan di rumah Yohan Handoyo yang berada di kawasan Bogor setelah minum wine dan makan steik. Ia pun kemudian dilarikan ke RS Azra di Bogor.

"Dokter jaga yang berpengalaman menemukan diagnosa tekanan darah terlalu rendah karena darah terlalu encer," bebernya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut