Bangun Critical Thinking Anak Lewat Eksperimen Sains yang Seru dan Interaktif

Einstein Science Project (ESP)
Sumber :
  • ist

Jakarta, VIVA – Di era yang terus berubah dengan cepat, kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan pemecahan masalah (problem solving) menjadi dua keterampilan utama yang perlu dimiliki generasi muda. Keterampilan ini tak hanya membantu anak menghadapi tantangan masa kini, tetapi juga membekali mereka untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan dewasa dengan lebih siap.

img_title Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 Kembali Digelar, 4 Tokoh Inspiratif Raih Penghargaan Bergengsi

Psikolog anak, Saskhya Aulia Prima, menegaskan pentingnya kedua keterampilan ini dalam mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Scroll lebih lanjut ya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Problem solving adalah kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisa situasi, membuat dan mengimplementasikan solusi dengan cara yang paling efektif. Critical thinking adalah kemampuan untuk melihat analisa dengan baik, mengevaluasi dan menilai keputusan secara kritis," katanya.

img_title Ini yang Terjadi pada Otak saat Bekerja di Lingkungan Positif

"Biasanya critical thinking penting untuk mempertanyakan kembali solusi yang telah ditetapkan untuk memastikan keputusan tersebut bebas dari bias dan asumsi. Critical thinking bahkan bisa membuka dan mempertimbangkan perspektif yang berbeda sebagai solusi. Hal ini sangat penting dimiliki anak untuk menghadapi masa depan,” sambungnya.

img_title Sains di Balik BPA, Senyawa Kimia yang Kerap Jadi Perdebatan

Lebih lanjut, Saskhya menjelaskan bahwa kemampuan ini dapat dikembangkan sejak usia dini melalui metode belajar yang tepat. Salah satu metode efektif adalah eksperimen sains yang menekankan pendekatan eksploratif dan praktik langsung.

“Eksperimen sains dapat membantu mengembangkan rasa ingin tahu, pemikiran kritis dan kemauan belajar. Selain itu, anak juga dapat belajar urutan, sistematisasi dan aturan... Eksperimen sains juga memberi kesempatan untuk experiential learning & discovery learning pada anak,” ujarnya.

Einstein Science Project (ESP)

Photo :
  • ist

Menjawab kebutuhan ini, Einstein Science Project (ESP) hadir dengan pendekatan unik berupa pembelajaran langsung (hands-on learning). Program ini ditujukan untuk anak usia 3 hingga 14 tahun agar mereka dapat mengeksplorasi dunia sains dengan cara yang menyenangkan dan edukatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Menyadari pentingnya soft skills bagi anak dan dilatarbelakangi oleh keinginan menginspirasi anak sejak dini untuk mencintai ilmu sains dengan cara yang menyenangkan, Einstein Science Project hadir dengan metode hands-on learning / pengalaman praktik secara langsung yang akan memudahkan pemahaman anak mengenai teori-teori sains," katanya.

ESP menyediakan berbagai fasilitas, termasuk video tutorial, lembar aktivitas, dan modul eksperimen. Anak-anak bahkan diajak mengenakan jas lab dan menggunakan alat-alat laboratorium seperti mikroskop dan teleskop agar mereka benar-benar merasakan pengalaman menjadi “Ilmuwan Cilik”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut