- ANTARA FOTO/Zarqoni Maksum
Pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini kemudian bergabung di sejumlah orkes Melayu. Salah satunya di OM Purnama, di mana ia berduet dengan Elvy Sukaesih.
Pada 11 Desember 1970, Rhoma mendirikan Soneta Group. Di tahun 1973, tepatnya 13 Desember, Raja Dangdut ini menggaungkan Voice of Moslem. Ia membuat pembaruan di musik dangdut. Ia memadukan unsur Melayu, rock, India dan juga pop. Tak hanya itu, Rhoma juga melakukan sejumlah improvisasi atas aransemen, mulai dari lirik, penampilan band dan juga aksi di atas panggung.
Dari racikannya itu lahir sejumlah lagu dangdut yang memiliki cita rasa yang khas dan berbeda. Bahkan, lagu-lagu tersebut masih abadi sampai saat ini seperti, Begadang, Penasaran,, Darah Muda, Judi, Begadang 2, Bujangan. Mirasantika, Viva Dangdut dan lainnya. Lagu-lagu ini bahkan menjadi andalan para kontestan pencarian bakat dangdut yang diadakan salah satu televisi swasta, agar mampu berekplorasi dan mendapatkan nilai terbaik dari juri.
Soneta juga tercatat pernah berduet dengan sejumlah pedangdut wanita, seperti Elvi Sukaesih, Rita Sugiarto, dan juga Noer Halimah. Pedangdut wanita ini juga masih eksis hingga saat ini. Mereka sebagai pedangdut senior yang masih mumpuni.
![]()
Penyanyi dangdut Rita Sugiarto
Soneta juga diketahui aktif membuat soundtrack dalam film-film yang dibintangi ayah dari Ridho Rhoma tersebut.
Rhoma juga dinilai mampu menaikkan derajat dangdut, yang tadinya dianggap musik pinggiran. Ia dinilai mampu melakukan evolusi pada dangdut dengan menghasilkan instrumen musik yang dapat dinikmati berbagai usia, dan tak tergerus waktu.
Berkat tangan dinginnya meramu lagu-lagu dangdut, pria kelahiran 11 Desember 1946 ini meraih berbagai prestasi baik dalam negeri maupun luar negeri. Pada tahun 1985, majalah Asia Week menempatkan Rhoma sebagai Raja Musik Asia Tenggara. Bersama Elvy Sukaesih. Ia berhasil meraih penghargaan The South East Asia Superstar Legend di Singapura, pada 23 Desember 2007. Menerima gelar Professor Honoris Causa dalam bidang musik, yang didapatkan dari dua universitas berbeda di Amerika Serikat. Lagu-lagunya juga dibuat ke dalam Bahasa Inggris dan Jepang.
Interaksi dengan Musik Lain