- ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Dia merasakan pemadaman listrik sekitar 18 jam pada Minggu kelabu itu. Di mana pada hari itu tak ada satu pun minuman dingin yang dijualnya laku terjual. Belum lagi barang dagangan lainnya. "Kerugian pada hari itu sangat besar sekali bagi pemasukan dagangan saya, Â ya itu tadi saya pemasok minuman dingin buat tukang dagang di pasar sekitaran Tanah Abang," ujarnya.
Ilustrasi mati listrik
Untuk itu, ia meminta kepada PLN dan Pemerintah agar lain kali memberikan pemberitahuan sebelum adanya pemadaman. Selain itu, untuk tanggung jawab atas kejadian ini dirinya meminta PLN perbaiki kinerja dan tidak terulang.
Hal yang sama juga menimpa bisnis besar seperti pusat perbelanjaan. Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Stefanus Ridwan mengatakan, matinya listrik yang cukup lama menjadi sebuah musibah bagi para pelaku ritel di dalam mal. Sebab, sejumlah transaksi sempat mati di sejumlah toko, terlebih mesin kasir tidak dapat berfungsi maksimal.
"Satu jam pertama saat listrik mulai padam pada Minggu siang pelaku ritel mengaku kena dampaknya, transaksi dan pembayaran sempat terganggu karena listrik mati," ujar Stefanus kepada VIVAnews.
Perlu InvestigasiÂ
Seperti diketahui, peristiwa padamnya listrik terjadi pada Minggu 4 Agustus 2019 sekira pukul 11.45 WIB, detik ke 27 pada saluran udara tegangan ekstra tinggi di Ungaran - Pemalang akibat gangguan pada sirkuit 1. Kemudian disusul gangguan sirkuit 2, sehingga keduanya gangguan. Akibatnya, terjadi penurunan tegangan pada pukul 11:48 detik ke 11 menyebabkan jaringan SOTT Depok, Tasik mengalamai gangguan. Peristiwa itu merupakan awal dari pemadaman dini sistem listrik di Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN (persero), Sripeni Inten Cahyani berjanji akan mencari tahu penyebab padamnya listrik di hampir separuh pulau Jawa tersebut. Menurut dia, penyebab matinya listrik secara mendadak sangat kompleks. Sebab, sistem kelistrikan Jawa-Bali sangat komplek yaitu 250 pembangkit, 500 gardu induk dan ada 5.000 Km sirkuit transmisi Sutet 500 kV serta 7.000 Km transmisi 150 kV.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN (persero), Sripeni Inten Cahyani