- ANTARA/Prasetyo Utomo
Cara kerja
Arsitektur teknologi BlackBerry, khususnya layanan BlackBerry Enterprise Service (BES) memang berbeda dengan layanan lain. Untuk layanan email, misalnya, smartphone lain juga menyediakan perlindungan data yang dikirim para penguna.
Tapi, tak seperti BlackBerry, teknologi yang digunakan oleh Nokia, Google, Apple, ataupun Microsoft, memungkinkan email yang dikirim bisa berkomunikasi langsung dengan server email.
Sementara itu RIM melakukan pengamanan lebih lanjut. Mereka menambah satu tingkat enkripsi pada layanannya. Caranya, seluruh data yang dikirim dari BlackBerry sudah diacak terlebih dahulu. Sesudah itu baru dikirim, lewat jalur yang sudah diproteksi, menuju data center milik RIM di Kanada. Dari sana data dikirimkan ke tujuan. Setibanya di tujuan, data kemudian disusun agar bisa kembali dibaca.
Kecuali pihak-pihak yang terhubung lewat layanan BES, pihak lain tak memiliki akses atas informasi yang dikirimkan para pelanggannya. Sebab, ‘kunci‘ yang digunakan mengacak dan merapikan kembali data yang dikirim lewat jaringan BlackBerry, dikontrol oleh pelanggan BlackBerry Enterprise Service tadi.
“Bayangkan, pihak berwajib menyadap telepon (BlackBerry) Anda, akan tetapi Anda dan orang yang dihubungi berbicara dalam bahasa kode rahasia yang kuncinya hanya diketahui oleh Anda dan rekan Anda tersebut,” ujar John Pescatore, Vice President pada lembaga riset pasar Gartner, seperti dikutip dari CNet.
Tentu saja, Pescatore menambahkan, pihak berwenang tak akan dapat memahami apa yang sedang dibicarakan. “RIM sendiri tidak memiliki kode untuk memecahkan enkripsi data milik pelanggannya,” kata dia. “Sistem yang dikembangkan RIM memastikan bahwa pelanggan RIM lah yang paling memiliki kontrol terhadap data yang mereka miliki,” ujarnya.
Protes negara
Masalah pelik membelit RIM, ketika BlackBerry secara masif merambah negara-negara di luar AS dan Eropa. Seiring tumbuhnya pengguna BlackBerry di negara mereka, pemerintah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan India, Agustus 2009 menuntut akses pengawasan. Mereka cemas layanan BlackBerry dimanfaatkan para teroris dan para pembangkang untuk mengacau keamanan. Pada peristiwa Mumbai India, teroris terindikasi menggunakan BlackBerry.
Kepala Kepolisian Uni Emirat Arab menuding BlackBerry sebagai perangkat yang digunakan oleh spionase Barat. Tidak tanggung-tanggung, Menlu AS Hillary Clinton turun langsung memediasi kisruh ini.