Sumber :
- blog.appszoom.com
VIVAnews-
Thorsten Heins berdiri tegap di panggung luas BlackBerry Live di Ontario Florida, medio Mei tahun ini. Semua hadirin khidmat menunggu apa yang akan disampaikan sang CEO BlackBerry kala itu.
Ia menyapa ribuan hadirin yang memadati ballroom dengan sebuah pinta. "Tunjukkan pada saya BlackBerry Z10 Anda!" ujar Heins membuka presentasi.
Panggung BlackBerry Live memang dikenal sebagai momentum produsen ponsel pintar Kanada itu untuk memperkenalkan produk baru.
"Tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Beberapa dari Anda mungkin mengatakan tahun lalu menjadi konferensi terakhir bagi BlackBerry. Dengan sangat senang saya mengatakan Anda salah. Kami tetap di sini memberikan yang terbaik sebagai perusahaan," ujar Heins mengawali gaya panggungnya.
Pengumuman kehadiran ponsel ketiga BB10, BlackBerry Q5 tak membuat hadirin terhenyak. Tapi, berikutnya ini yang mengejutkan. Setelah diselingi beberapa keynote speaker eksekutif BlackBerry lain, Heins kembali naik ke pentas. Kali ini, ia memulai kejutan dengan menyoroti kinerja layanan kunci BlackBerry: BlackBerry Messenger (BBM).
Merespons layanan BBM yang tengah mendapat gempuran hebat dari layanan pesan instan lain yang kian populer —seperti WhatsApp, LINE, KakaoTalk, WeChat— Heins mengatakan, BBM masih perkasa.
Ia pun buka-bukaan. Lebih dari 10 miliar pesan berseliweran setiap hari dari 60 juta pengguna aktif BBM di muka Bumi. Trafik itu dua kali lebih besar dari jumlah layanan pesan instan lain. Dan, rata-rata pesan BBM dibaca setelah 20 detik terkirim. Jelas BBM masih punya pelanggan setia.
"Ketika seseorang mengundang Anda ke BBM, Anda telah menjadi bagian dari lingkaran inti komunitasnya," ujar Heins.
Tapi, performa trafik itu tak membuat puas BlackBerry. Heins selanjutnya mulai membuka kejutan di panggung itu. Perusahaan memutuskan BBM menjadi lebih sosial, platfrom jejaring sosial mobile dengan fitur baru.
"Ini dia, kami perkenalkan, BBM Channels. Inilah hubungan real-time antara pengguna dan brand," ungkap mantan CEO BlackBerry itu.
Secara konsep, BBM Channels serupa dengan platfrom jejaring sosial Twitter maupun halaman Facebook Fanpage. Fitur ini memungkinkan pengguna, brand
Ia menyapa ribuan hadirin yang memadati ballroom dengan sebuah pinta. "Tunjukkan pada saya BlackBerry Z10 Anda!" ujar Heins membuka presentasi.
Panggung BlackBerry Live memang dikenal sebagai momentum produsen ponsel pintar Kanada itu untuk memperkenalkan produk baru.
"Tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Beberapa dari Anda mungkin mengatakan tahun lalu menjadi konferensi terakhir bagi BlackBerry. Dengan sangat senang saya mengatakan Anda salah. Kami tetap di sini memberikan yang terbaik sebagai perusahaan," ujar Heins mengawali gaya panggungnya.
Pengumuman kehadiran ponsel ketiga BB10, BlackBerry Q5 tak membuat hadirin terhenyak. Tapi, berikutnya ini yang mengejutkan. Setelah diselingi beberapa keynote speaker eksekutif BlackBerry lain, Heins kembali naik ke pentas. Kali ini, ia memulai kejutan dengan menyoroti kinerja layanan kunci BlackBerry: BlackBerry Messenger (BBM).
Merespons layanan BBM yang tengah mendapat gempuran hebat dari layanan pesan instan lain yang kian populer —seperti WhatsApp, LINE, KakaoTalk, WeChat— Heins mengatakan, BBM masih perkasa.
Ia pun buka-bukaan. Lebih dari 10 miliar pesan berseliweran setiap hari dari 60 juta pengguna aktif BBM di muka Bumi. Trafik itu dua kali lebih besar dari jumlah layanan pesan instan lain. Dan, rata-rata pesan BBM dibaca setelah 20 detik terkirim. Jelas BBM masih punya pelanggan setia.
"Ketika seseorang mengundang Anda ke BBM, Anda telah menjadi bagian dari lingkaran inti komunitasnya," ujar Heins.
Tapi, performa trafik itu tak membuat puas BlackBerry. Heins selanjutnya mulai membuka kejutan di panggung itu. Perusahaan memutuskan BBM menjadi lebih sosial, platfrom jejaring sosial mobile dengan fitur baru.
"Ini dia, kami perkenalkan, BBM Channels. Inilah hubungan real-time antara pengguna dan brand," ungkap mantan CEO BlackBerry itu.
Secara konsep, BBM Channels serupa dengan platfrom jejaring sosial Twitter maupun halaman Facebook Fanpage. Fitur ini memungkinkan pengguna, brand
Halaman Selanjutnya
, perusahaan sampai selebritis dan figur sosial untuk membuat laman (