SOROT 272

Printer 3D, Mesin Cetak Revolusioner

Printer 3D.
Sumber :
  • REUTERS/Yuya Shino
VIVAnews -
img_title Pramono Wanti-wanti Pedagang Masker Tak Mainkan Harga dan Timbun Barang
Di tahun 2014, printer tiga dimensi (3D) yang mampu mencetak barang jadi kian populer, baik di kalangan industri manufaktur, dunia medis, maupun perorangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Berkaca ke Harga Global, Bos OJK Sebut Mekanisme Price Discovery Bursa Mineral Masih Digodok

Printer 3D menjadi alat cetak revolusioner yang mampu menciptakan sebuah benda dari lapisan-lapisan bahan plastik yang terbentuk menjadi sebuah benda padat. Dengan demikian, siapa saja bisa “kloning” bentuk benda. Tinggal mengunduh desain produk, lalu mencetaknya di rumah. Praktis, mudah, dan murah.
img_title Target Piala Dunia 2035, Ribuan Pesepakbola Putri Cilik Mulai Unjuk Kemampuan


Makin populernya printer 3D, tampak di acara Gartner Symposium/ITxpo yang digelar pada 6-13 Oktober 2013 lalu, di Orlando, Amerika Serikat. Para analis memasukkan printer 3D di daftar 10 teknologi yang berkembang pada 2014.

Gartner meramalkan, pengapalan printer 3D di seluruh dunia akan tumbuh 75 persen di tahun 2014. Dan, di tahun 2015, pertumbuhannya diramalkan meningkat dua kali lipat. Harga printer yang awalnya berkisar US$5.000, setara Rp61 juta, akan turun jadi hanya US$500, sekitar Rp6,1 juta.

Penyesuaian harga itu disebabkan kian banyaknya orang yang menyadari manfaat dari printer. Layaknya hukum ekonomi: semakin banyak barang diproduksi, harga barang itu tentu semakin terjangkau.

"Kami telah mengidentifikasikan 10 tren teknologi di tahun 2014. Salah satunya yang akan menjadi populer adalah printer 3D. Perusahaan harus berinvestasi di pengadaan teknologi printer 3D untuk perencanaan strategis di masa depan," kata David Cearly, Wakil Presiden Gartner.

Dia menambahkan, penggunaan teknologi baru, dalam hal ini printer 3D akan mendorong perubahan dan peluang baru bagi perusahaan. Terutama dalam pembangunan infrastruktur melayani permintaan pasar.

"Telat mengadopsi sebuah teknologi baru akan berakibat fatal bagi perusahaan. Untuk itu, perusahaan harus tanggap terhadap hadirnya teknologi baru dalam memperpanjang nafas perusahaan di masa depan," ujar Clearly.

Namun, Forbes berpandangan, pada 2014 nanti popularitas dari printer 3D belum mencapai puncaknya. Diprediksi printer jenis itu akan meledak dua tahun lagi di pasar.

Tapi, harga printer 3D semakin murah beberapa tahun terakhir. Itu terjadi karena kian banyak printer 3D yang diproduksi, seperti dikutip

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Live Science. Para ahli memprediksi, printer 3D akan menjadi barang umum di rumah-rumah di tahun mendatang.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut