Sumber :
- REUTERS/Lee Jae-Won
VIVAnews -
Ribuan pasang mata di Las Vegas yang hadir di Pertunjukan Konsumen Elektronik Internasional (CES) 2012 silam tak lepas menatap Smart TV Samsung generasi kedua di pentas itu.
Dilengkapi sensor pengenal gerak, pengenal suara, dan pengenal wajah, TV model ES8000 itu membuat pemiliknya bisa berselancar di dunia maya hanya dengan menggerakkan tangan. Sensor suara bisa menangkap perintah untuk pindah saluran sampai pengaturan lainnya. Penggunanya benar-benar dibuat manja.
Sistem pengenal suara itu bisa membedakan 20 jenis bahasa. Walhasil, remote televisi tak lagi dibutuhkan. TV ini, kata Samsung, juga laris manis. Presiden Konsumen Elektronik Samsung Boo-keun Yoon mengklaim sebanyak dua TV pintar berhasil mereka jual setiap detiknya.
Kini, sudah ada sekitar 20 juta aplikasi TV pintar yang dapat diunduh sebelum akhir Januari 2012 silam. Bahkan, di akhir acara, Samsung mengungkap game populer asal Finlandia, Angry Birds dapat dinikmati dalam bentuk film animasi.
Babak baru televisi pintar telah dimulai. Kehadirannya mengubah cara publik menikmati informasi dan hiburan. Perangkat itu sudah mampu menggabungkan fungsi Internet dan fitur Web 2.0. Para penggunanya dapat menyaksikan tayangan siaran televisi dan berselancar di dunia maya dalam waktu bersamaan. Artinya, selain menangkap siaran TV, pengguna juga bisa mengakses aneka konten di Internet, dari YouTube, Vimeo, Vube dan lain-lain.
TV pintar diprediksi akan kian mencuri perhatian publik ketika layanan Internet Protocol Television (IPTV) mulai masuk. IPTV adalah layanan siaran televisi berbasis dunia maya. Semua siaran TV disuguhkan melalui jaringan Internet.
Di negara-negara maju, seperti Eropa dan Amerika Utara, siaran IPTV semakin diminati lantaran layanannya yang lebih personal, banyak tersedia, dan menghasilkan kualitas gambar dan suara berdefinisi tinggi. Selain itu, IPTV memiliki keunggulan mampu merekam, atau menghentikan gambar saat tayangan tersebut disiarkan.
Dengan alat yang disebut set top box, yang berfungsi seperti decoder, tayangan televisi dapat diakses secara mobile tanpa harus berada di rumah. Tak heran, IPTV ini diramalkan bakal menjadi pesaing baru televisi berlangganan, khususnya televisi kabel atau satelit.
Baca Juga
Dilengkapi sensor pengenal gerak, pengenal suara, dan pengenal wajah, TV model ES8000 itu membuat pemiliknya bisa berselancar di dunia maya hanya dengan menggerakkan tangan. Sensor suara bisa menangkap perintah untuk pindah saluran sampai pengaturan lainnya. Penggunanya benar-benar dibuat manja.
Sistem pengenal suara itu bisa membedakan 20 jenis bahasa. Walhasil, remote televisi tak lagi dibutuhkan. TV ini, kata Samsung, juga laris manis. Presiden Konsumen Elektronik Samsung Boo-keun Yoon mengklaim sebanyak dua TV pintar berhasil mereka jual setiap detiknya.
Kini, sudah ada sekitar 20 juta aplikasi TV pintar yang dapat diunduh sebelum akhir Januari 2012 silam. Bahkan, di akhir acara, Samsung mengungkap game populer asal Finlandia, Angry Birds dapat dinikmati dalam bentuk film animasi.
Babak baru televisi pintar telah dimulai. Kehadirannya mengubah cara publik menikmati informasi dan hiburan. Perangkat itu sudah mampu menggabungkan fungsi Internet dan fitur Web 2.0. Para penggunanya dapat menyaksikan tayangan siaran televisi dan berselancar di dunia maya dalam waktu bersamaan. Artinya, selain menangkap siaran TV, pengguna juga bisa mengakses aneka konten di Internet, dari YouTube, Vimeo, Vube dan lain-lain.
TV pintar diprediksi akan kian mencuri perhatian publik ketika layanan Internet Protocol Television (IPTV) mulai masuk. IPTV adalah layanan siaran televisi berbasis dunia maya. Semua siaran TV disuguhkan melalui jaringan Internet.
Di negara-negara maju, seperti Eropa dan Amerika Utara, siaran IPTV semakin diminati lantaran layanannya yang lebih personal, banyak tersedia, dan menghasilkan kualitas gambar dan suara berdefinisi tinggi. Selain itu, IPTV memiliki keunggulan mampu merekam, atau menghentikan gambar saat tayangan tersebut disiarkan.
Dengan alat yang disebut set top box, yang berfungsi seperti decoder, tayangan televisi dapat diakses secara mobile tanpa harus berada di rumah. Tak heran, IPTV ini diramalkan bakal menjadi pesaing baru televisi berlangganan, khususnya televisi kabel atau satelit.
Halaman Selanjutnya