- VIVA.co.id/Daru Waskita
![]()
"Rasa gurih, pedas dan manis khas gudeg Jogja bisa dipertahankan. Makanya saya sering mampir makan," ujarnya.
Namun diakuinya, karena saat ini bertepatan dengan bulan puasa, membeli gudeg hanya untuk berbuka ataupun jika masih tersisa untuk tambahan menu buka puasa.
"Saya beli sore dan hingga 12 jam gudeg tersebut masih bertahan dan rasanya masih nikmat untuk menu sahur," ungkapnya.
Gudeg Yu Djum, kata Sugiharto, tidak saja di Wijilan, namun sudah ada beberapa cabang atau tempat yang membuka Gudeg Yu Djum yang semua dikelola oleh anak-anak dari Yu Djum dan hampir semua rasanya sama dan tidak berbeda jauh.
"Kebetulan karena rumah saya ada di selatan Yogya, maka yang terdekat Gudeg Wijilan saya membeli di situ," kata dia.
Semenjak puluhan tahun cara mengemas gudeg juga tidak berubah dan pasti menggunakan daun pisang meski tempat gudegnya kardus ataupun piring yang terbuat dari anyaman rotan.