- VIVA.co.id/Daru Waskita
"Omzetnya lumayan, cukup untuk menyekolahkan anak," kata Eni lagi yang enggan menyebutkan besaran omzetnya setiap hari.
Eni mengaku dibandingkan warung Gudeg Yu Djum lainnya, usaha yang dirintisnya ini adalah cabang paling baru. Namun, jumlah pelanggannya tak kalah banyak dengan cabang-cabang lainnya.
"Saya baru empat tahun buka usaha Gudeg Yu Djum di Jalan Wijilan nomor 167. Di selatan saya ada juga Gudeg Yu Djum yang sudah buka puluhan tahun dan masih saudara dari suami saya," ungkapnya.
Ika salah satu pegawai Gudeg Yu Djum Wijilan 167 mengatakan, meski baru empat tahun pelanggannya cukup banyak. Bahkan mulai dari pejabat hingga artis juga menyempatkan diri untuk menyantap gudeg di warung ini.
"Belum lama ini artis sinetron yang bermain di sinetron Tukang Bubur Naik Haji juga menyempatkan makan," ujarnya.
Saat bulan puasa ini, cenderung pelanggannya berkurang dan itu hampir semua penjual gudeg di Wijilan merasakan hal yang sama. Namun pesanan untuk takjil setiap hari pasti ada dan jumlahnya lumayan banyak. "Biasanya pesanan kita antar atau diambil sendiri oleh pemesan,” tuturnya.
Usaha Turun-temurun
Ika yang sudah bekerja sejak Gudeg Yu Djum beroperasi empat tahun silam mengaku saat ini hampir semua anak bahkan cucu dari Yu Djum mendirikan rumah makan Gudeg Yu Djum, sehingga banyak alternatif tempat yang terdekat dari rumah untuk makan atau memesan makanan.
"Mbak Sinta cucu dari Yu Djum yang kini jadi anggota DPRD Sleman juga membuka dua rumah makan gudeg Yu Djum yaitu di daerah Dagen dan Plengkung Gading," tuturnya.
Dari semua rumah makan Gudeg Yu Djum, olahan gudeg dijadikan satu yaitu di Jalan Kaliurang Km 4,5 Karangasem CT III/22. Setelah semua matang maka gudeg didistribusikan di beberapa rumah makan yang dikelola oleh anak maupun cucu Yu Djum.
"Jadi rasa gudeg pasti akan sama dan tidak berbeda," katanya.
Salah satu pelanggan setia Gudeg Yu Djum, Sugiharto mengatakan dalam seminggu sekali pasti menyempatkan diri untuk makan di tempat ini karena rasanya dari dulu sampai sekarang tidak berubah.