- VIVA.co.id/Wahyudi A Tanjung
Di Pasar Lereng ini, Nasi Kapau hadir dalam bentuk penyajiannya yang paling orisinal. Wadah-wadah berisi makanan ditata bertingkat-tingkat laiknya piramida segi empat. Konsumen duduk di bagian bawah menghadap ke makanan seperti laiknya di warung Tegal (Warteg), sementara si penjual duduk di puncak, mengambilkan makanan-makanan pilihan konsumen dengan sendok yang panjangnya satu meter.
Sejak masa kolonial, orang-orang sudah menyukai masakan Kapau ini. Sehingga tak butuh waktu lama bagi orang-orang Kapau ini menyebar ke seluruh daerah di sekeliling Bukittinggi, bahkan kemudian ke seluruh Indonesia. Di Jakarta, pemerintah juga menyediakan sebuah kawasan khusus bagi kedai-kedai Nasi Kapau ini, di Jalan Kramat Raya, Jakarta, tak jauh dari perlimaan Senen, Jakarta Pusat. Tentu Anda bisa pula menemukan kedai-kedai nasi berlabel “Kapau” di berbagai penjuru Jakarta.
Apa Bedanya?
“Memang harga lauk di rumah makan masakan Kapau ini agak tinggi dibandingan rumah makan lain di Padang, namun karena rasa masakannya yang lezat dan gurih, kami tetap membeli untuk menu berbuka puasa,” ujar Yanti, seorang aparatur sipil negara yang sengaja datang membeli makanan di gerai Pabukoan Nasi Kapau Nita.
![]()
Menurut Yanti, bumbu, rempah-rempah dan cara memasak masakan Kapau berbeda dengan masakan-masakan asli Sumatera Barat lainnya. Misalnya, bahan-bahan gulai Kapau tidak ditumis terlebih dahulu sehingga tidak terlalu berlemak. Jika di daerah-daerah lain di Sumatera Barat, rendang dimasak bersama kentang, di masakan Kapau dimasak bersama ubi goreng.
Kedai Nasi Nita pun selalu menyediakan makanan pembeda utama masakan Kapau dengan masakan khas Minangkabau lainnya yakni gulai sayur. Sayuran ini begitu khas sehingga disebut gulai sayur Kapau. Isinya adalah nangka muda, kol yang tidak dipotong-potong, kacang panjang yang dibiarkan tetap panjang dan jering alias jengkol. Semuanya dimasak dengan santan kelapa.
Namun rahasia terbesar Kapau tentu saja bumbu rempah-rempahnya dan cara memasaknya. “Meski harga masakan kapau lebih tinggi dari rumah makan biasa, namun para pelanggan sudah paham lantaran masakan Kapau menggunakan bumbu olahan dari rempah terbaik serta potongan lauknya yang berukuran lebih besar,” kata Rizal. Jika rumah makan biasa, seekor ayam dipotong enam, maka di masakan kapau ayam tersebut hanya dipotong empat.