SOROT 464

Saracen, dari Perang Salib ke Bisnis

Aksi kampanye anti-hoax di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Jasriadi, pria yang kini diamankan polisi karena menjadi pendiri situs saracennews.com, tak menampik jika penamaan Saracen yang dipakainya dalam kelompok Saracen Cyber Team, terinspirasi dari sejarah itu.

img_title LP3ES: Platform Digital Tidak Transparan Cegah Ujaran Kebencian di Medsos

Meski mengaku bukan sebagai pemberi nama pertama, namun Jasriadi membenarkan nama Saracen memang diambil dari penyebutan kelompok muslim di masa perang Salib berabad lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas itu, ia bersama rekan sejawatnya mengorganisir nama grup Facebook sebagai Saracen Cyber Team pada tahun 2016. Ini berbeda dengan penyebutan polisi yang menyebut jika Jasriadi sudah mulai beraksi pada tahun 2015.

img_title Roy Suryo Divonis 9 Bulan Penjara Tanpa Denda, Jaksa Langsung Banding

"Kami ingin menghancurkan akun-akun yang sering menghujat Islam," ujar Jasriadi, Kamis, 31 Agustus 2017 kepada VIVA.co.id.

Ya, 'perang' yang dibangun Jasriadi dan kawan-kawannya ada dalam jagat maya. Lewat kepiawaiannya dalam dunia internet, Jasriadi pun membajak sejumlah akun yang disebutnya kerap melecehkan Islam.

img_title Terbukti Umbar Kebencian, Hakim Perintahkan Twitter Roy Suryo Dimusnahkan

Umumnya, kata Jasriadi, akun-akun itu dikelola oleh pemilik akun asal negara Vietnam. Selain melecehkan Islam, mereka juga kerap menyebar konten porno.

"Kami masuk ke dalam grupnya, mengganti nama grupnya atau mengosongkan akun-akunnya," ujar pria yang mengaku sebagai penyalur guru les privat di Pekanbaru ini.

Namun Jasriadi membantah jika grup yang dibentuknya itu sebagai kelompok penebar SARA dan kebencian. Ia berdalih, yang dilakukannya semata sebagai 'anjing penjaga' di media sosial.

"Kami ingin mengarahkan mereka (pengguna jejaring sosial) berlaku sportif. Jangan sampai ada kata menghujat, mengedit foto terlalu vulgar atau frontal," ujar Jasriadi.

Jasriadi tak menampik jika inisiasi mengorganisir Saracen agar menjadi sebuah lembaga terstruktur. Dengan itu, apa yang diperjuangkan grup Saracen dapat lebih terarah dan tidak tercerai berai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas dasar itu, ketika Jasriadi bertemu dengan sejumlah pegiat media sosial di Jakarta pada tahun 2016, wacana struktur Saracen pun digagas. Sejumlah nama pun 'disempalkan' dalam rencana struktur itu.

Ada Eggy Sudjana si pengacara, kemudian ada juga purnawirawan TNI Mayor Ampi Tanudjiwa, calon gubernur Banten yang gagal dalam Pilkada. Serta banyak lagi nama lainnya, yang jelas memiliki tugas dan fungsi tersendiri. Belakangan Eggy dan Ampi membantah terlibat dalam grup ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut