Presiden Prancis Bantah Pengerahan Pasukannya ke Ukraina

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Prancis
Sumber :
  • Delfi

VIVA – Setelah dikabarkan akan segera mengerahkan unit militer Prancis, Presiden Emmanuel Macron justru membantah hal tersebut. Sikap ini ditunjukkan Macron setelah Amerika Serikat (AS) mengesampingkan pengiriman pasukan ke Kiev.

VIVA Militer melaporkan dalam berita Selasa 18 Februari 2025, Prancis disebut siap menerjunkan 10.000 personel militer ke Ukraina. 

Prancis menjadi negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pimpinan AS, yang paling rinci mengumumkan jumlah pasukan militer yang akan dikerahkan.

Selain Prancis, Swedia lewat Perdana Menteri Ulf Kristersson juga memastikan kesiapannya untuk menerjunkan pasukannya.
 

VIVA Militer: Presiden Prancis, Emmanuel Macron

Photo :
  • Getty Images/Ludovic Marin

Akan tetapi, Macron mengklarifikasi pernyataannya terkait potensi pengiriman pasukan ke Kiev. Dikutip VIVA Militer dari Ukrinform, Macron memilih mengambil solusi lain untuk mendukung Ukraina.

Meskipun, ada kemungkinan untuk memindahkan pasukan dari zona konflik di belahan dunia lain, sebagai bentuk dukungan terhadap rezim Volodymyr Zelensky.

"Prancis tidak bersiap untuk mengirim pasukan darat ke garis depan, untuk mengambil dalam konflik," ucap Macron dikutip VIVA Militer dari UATV (Urban America Television).

Teknologi Rahasia China Ini Bisa Ubah Cara Orang Bepergian

"(Solusinya adalah) mempersenjatai kembali dan perlengkapan ulang bagi Ukraina. Kemudian, mengirim para ahli atau bahkan pasukan untuk jangka waktu terbatas dari zona konflik mana pun, untuk mendukung Ukraina dan menunjukkan solidaritas," katanya.

VIVA Militer: Tentara Prancis

Photo :
  • Youtube
Trump Dilaporkan Dukung Rusia Ambil Wilayah Ukraina Sebagai Bagian Perjanjian Damai

Selain itu, Macron meyakini jika solusi yang lain adalah memasukkan Ukraina sebagai anggota NATO. Walaupun, ia tahu persis jika Amerika dan Rusia menentang hal itu.

Sementara, pengiriman pasukan penjaga perdamaian menurut Macron lebih baik diserahkan kepada Persatuan Bangsa-Bangsa. Unit tersebut menurutnya harus ditempatkan di garis depan.
 

Bendahara di Instansi Militer Tambah Angka Nol di Slip Tukin Prajurit Rugikan Negara Rp 9,2 M, Dituntut 16 Tahun Penjara
Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Siantur

Eks Marinir Satria Kumbara Terluka Kena Drone Kamikaze Ukraina, TNI Sudah Tak Peduli

Satria Kumbara dikabarkan mengalami luka akibat mendapat serangan ketika bertugas sebagai tentara bayaran Rusia dalam perang dengan Ukraina.

img_title
VIVA.co.id
25 Agustus 2025