Cara Cek Mesin Mobil Kebanjiran agar Aman Klaim Asuransi

VIVA Otomotif: Ilustrasi mobil terjebak banjir dan mobil derek.
Sumber :
  • Dok: Asuransi Astra

Jakarta, VIVA – Cara cek mesin mobil kebanjiran wajib dipahami pemilik kendaraan di tengah tingginya risiko banjir pada awal 2026. Curah hujan yang masih tinggi membuat mobil rentan terendam air, dan kesalahan penanganan setelah banjir dapat berujung pada kerusakan mesin yang serius dan mahal.

img_title Pengakuan Teman Betrand Peto Ungkap Versi Berbeda soal Keributan Hingga Berujung Laporan Polisi

Menurut peringatan BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, Sulawesi, hingga Papua masuk dalam wilayah dengan risiko genangan dan banjir yang meningkat, baik di kawasan permukiman maupun ruas jalan utama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu risiko terbesar ketika mobil terendam banjir adalah masuknya air ke ruang mesin. Air banjir tidak hanya membawa lumpur dan kotoran, tetapi juga dapat merusak komponen mekanis dan kelistrikan secara bersamaan jika tidak ditangani dengan benar.

img_title Jose Mourinho Beri Dukungan untuk Michael Carrick

Langkah paling awal dalam cara cek mesin mobil kebanjiran adalah memastikan mesin tidak langsung dinyalakan. Mesin yang terendam air berisiko mengalami water hammer apabila dipaksa hidup, kondisi ini dapat menyebabkan piston bengkok, stang piston rusak, hingga kerusakan permanen pada blok mesin.

Banjir di Kemang, Puluhan Mobil Terendam

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

img_title Korban Beberkan Awal Mula Bersedia Masuk Private Room yang Ditempati Betrand Peto

Tahap berikutnya adalah memeriksa kondisi oli mesin. Oli yang tercampur air umumnya berubah warna menjadi putih keruh menyerupai susu atau tampak berbusa. Jika tanda ini terlihat, oli harus dikuras sepenuhnya dan diganti dengan yang baru, dan proses tersebut sebaiknya dilakukan di bengkel resmi untuk memastikan tidak ada sisa air di dalam mesin.

Pemeriksaan sistem kelistrikan juga menjadi bagian penting dalam pengecekan. Air banjir dapat merusak soket, konektor, sensor, hingga ECU, sehingga pengecekan visual pada kabel dan sambungan listrik perlu dilakukan sebelum kendaraan dioperasikan kembali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Filter udara juga perlu mendapat perhatian khusus. Filter yang basah menandakan air sudah masuk ke saluran udara mesin, yang berpotensi membuat mesin tersendat atau bahkan gagal menyala jika tidak ditangani dengan benar.

Bagian knalpot tidak boleh luput dari pemeriksaan. Air yang tertahan di dalam knalpot dapat mengganggu aliran gas buang dan meningkatkan risiko kerusakan mesin ketika kendaraan dinyalakan kembali setelah banjir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut