Mobil Listrik 1.000 Km Makin Dekat
- Electrek
Jika target tersebut tercapai, maka salah satu kekhawatiran utama calon pengguna mobil listrik, yakni kecemasan kehabisan daya di tengah perjalanan atau range anxiety, dapat berkurang secara signifikan.
Namun demikian, sejumlah pelaku industri masih memandang teknologi ini dengan hati-hati. Produsen baterai terbesar dunia, CATL, sebelumnya menyebut bahwa baterai solid-state masih membutuhkan waktu lebih panjang untuk dapat diproduksi secara massal dan digunakan secara luas di kendaraan konsumen.
Menurut perusahaan tersebut, tantangan terkait biaya produksi, stabilitas material, hingga proses manufaktur masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Karena itu, adopsi massal baterai solid-state diperkirakan baru akan terjadi mendekati tahun 2030.
Sementara menunggu teknologi tersebut matang, pasar kendaraan listrik global masih didominasi baterai lithium iron phosphate (LFP) dan baterai berbasis nikel yang terus mengalami penyempurnaan.
Meski demikian, kemajuan yang dicapai para peneliti China menunjukkan bahwa pengembangan baterai masa depan bergerak semakin cepat. Jika berbagai kendala teknis berhasil diatasi, mobil listrik dengan jarak tempuh 1.000 kilometer bukan lagi sekadar konsep, melainkan berpotensi menjadi kenyataan dalam beberapa tahun mendatang.