Gubernur BI Terpilih Ternyata Doyan Mobil Listrik
- Antara.
Jakarta, VIVA – Destry Damayanti resmi mendapat persetujuan DPR RI untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031. Di luar kiprahnya sebagai ekonom dan pejabat Bank Indonesia, koleksi kendaraan Destry juga cukup menarik karena sebagian besar nilai kendaraan yang dilaporkannya berasal dari mobil listrik.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilihat VIVA Otomotif Selasa 1 September 2026, Destry tercatat memiliki total harta berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp1,0775 miliar. Koleksinya terdiri dari dua mobil, satu sepeda motor, serta tiga sepeda.
Dua mobil yang tercantum dalam laporan tersebut sama-sama merupakan kendaraan listrik. Destry memiliki Hyundai Ioniq 5 tahun 2023 dengan nilai yang dilaporkan sebesar Rp450 juta dan BYD Seal tahun 2024 senilai Rp525 juta.
Dengan demikian, kedua mobil listrik tersebut memiliki nilai gabungan mencapai Rp975 juta. Jumlah itu setara sekitar 90,5 persen dari total harta Destry yang dilaporkan dalam kategori alat transportasi dan mesin.
Hyundai Ioniq 5 sendiri merupakan mobil listrik yang menggunakan desain futuristis dan tersedia dalam beberapa pilihan kapasitas baterai serta tenaga. Model tersebut menjadi salah satu mobil listrik yang lebih dulu populer di pasar Indonesia.
Sementara BYD Seal merupakan sedan listrik yang masuk ke Indonesia pada 2024. Mobil tersebut menggunakan desain bergaya sport sedan dan menjadi salah satu model penting BYD di pasar kendaraan listrik nasional.
Selain dua mobil listrik tersebut, Destry memiliki Vespa Sprint S 150 White tahun 2024 dengan nilai Rp53 juta. Kendaraan roda dua tersebut menjadi satu-satunya sepeda motor yang tercantum dalam daftar alat transportasi miliknya.
Koleksi lainnya berupa sepeda, yakni Litespeed Road Bike tahun 2020 senilai Rp45 juta, Dahon sepeda lipat tahun 2020 senilai Rp1 juta, serta Pacific sepeda lipat listrik tahun 2021 senilai Rp3,5 juta.
Jika hanya melihat mobil, nilai Hyundai Ioniq 5 dan BYD Seal milik Destry mencapai Rp975 juta. Angka tersebut juga menunjukkan bahwa kendaraan listrik menjadi bagian terbesar dari aset transportasi yang dilaporkannya.