1.000 Mobil Antre Pasang RFID Kolektif di Senayan

Penerapan RFID di SPBU
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fanny Octavianus
VIVAnews
img_title Persisten
- Rencana Pemerintah membatasi penggunaan bahan bakar bersubsidi terus dilakukan. Salah satunya dengan menggunakan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Radio Frequency Indentification
img_title Hilirisasi Nikel Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi vs Kerusakan Lingkungan Cek Breaking NULL
(RFID) yang dilakukan terlebih dahulu di Jakarta.
img_title Ancaman Kebakaran Hutan dan Krisis Air di Indonesia

Tingginya jumlah pengguna kendaraan di Ibukota membuat PT Inti selaku pelaksana pemenang tender monitoring melakukan pemasangan RFID melakukan prioritas khusus kepada komunitas mobil di area Jakarta dan sekitarnya. Tercatat ada sekitar 1.000 mobil dari berbagai klub mobil yang ikut pemasangan kolektif RIFD.

Priyo Priharsoko, Ketua Pelaksana Indonesia Mazda Auto Club, mengaku komunitasnya belum mengetahui untung rugi penggunaan RIFD.

"Kita dan yang laiinnya hanya ikut program Pemerintah saja. Takutnya, kalau tidak pasang, kita nggak bisa isi BBM Subsidi. Tapi, kita belum tahu kapan mulainya pemberlakuan penggunaan alat ini," kata Priyo kepada VIVAnews di sela-sela pemasangan RFID di Parkir Timur Senayan, Sabtu 7 Desember 2013.

Namun, Priyo masih merasa keberatan jika nantinya mobil pribadi harus dibatasi menggunakan BBM bersubsidi. "Jika ditentukan berdasarkan tahun produksi mobil, seperti mobil baru yang dibatasi saya setuju," katanya.

Komentar lain datang dari salah seorang karyawan swasta yang tergabung di Club Mazda Capture Bekasi, Aroli Zebua. "Kita sebagai anggota komunitas mendukung. Sebagai pemakai, ini juga bisa mengukur kondisi mobil dan mengetahui jarak penggunaannya," katanya.

Tapi, dia mengeluhkan soal minimnya sosialisi pemasangan RFID. "Kita cuma hanya ikut anjuran pasang tanpa mengetahui kapan pembatasannya mulai dilakukan," imbuhnya.

Untuk memasang RFID bersama komunitas atau kolektif, ternyata tidak sulit. Syaratnya, masyarakat harus membawa mobil, STNK, KTP, serta mengisi formulir yang telah disediakan penyelenggara.

Adapun penyelenggara dari PT Inti membawa sejumlah perlengkapan untuk memasang RFID, di antaranya laptop, modem (untuk mengirim data), Issuing Box dan Pod, lem khusus tahan bensin, tali, serta alat RFID.

"Di sini kendalanya hanya listrik tidak ada dan koneksi internet," kata Deka Mahendra, personel operator pemasangan RFID di Senayan.

Listrik dibutuhkan untuk menyambungkan komputer dalam melakukan scan STNK sebelum pemasangan chip RFID pada kendaraan.

Carut Marut

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Sejumlah kendala pemasangan RFID juga kerap ditemukan di beberapa SPBU Jakarta. Misalnya, tadi pagi, ada sejumlah orang yang datang ke wilayah Parkir Timur Senayan.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut