Jangan Rem Mendadak jika Muncul Ini di Jalan Raya

Ilustrasi mobil menerjang genangan air (aquaplaning)
Sumber :
  • Torque

Jakarta, VIVA – Rem mobil adalah komponen krusial untuk menjaga keselamatan di jalan raya. Fungsinya untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan harus didukung dengan perawatan rutin, seperti memeriksa cairan rem, ketebalan kampas, serta kondisi cakram dan tromol.

img_title Deretan Mobil Mungil di IIMS 2026 yang Aman Masuk Gang dan Garasi

Namun, ada situasi darurat di jalan yang mengharuskan pengemudi menghindari pengereman mendadak agar tidak memperburuk keadaan. Berikut tiga bahaya yang perlu diwaspadai, dikutip VIVA Otomotif dari Auto2000, Minggu 4 Mei 2025:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Lubang di Jalan

img_title 5 Fitur Mobil Favorit Era 1990-an yang Bikin Kangen

Saat melaju dan tiba-tiba melihat lubang di depan, jangan langsung menginjak rem keras. Pengeremanmendadak bisa menyebabkan mobil ditabrak dari belakang atau merusak komponen kaki-kaki, seperti ban, pelek, atau suspensi. Jika lubang masih cukup jauh, lakukan pengereman perlahan sambil memeriksa situasi.

Namun, jika sudah terlalu dekat, lepaskan kaki dari pedal gas dan rem, lalu biarkan mobil melewati lubang. Menahan kemudi tetap lurus akan meminimalkan risiko kehilangan kendali. Hindari pindah lajur secara tiba-tiba karena bisa memicu tabrakan.

img_title Deretan Mesin Paling Rumit dalam Sejarah Otomotif

2. Aquaplaning di Jalan Basah

Musim hujan sering memicu aquaplaning, yaitu kondisi saat ban kehilangan traksi karena lapisan air di jalan. Faktor seperti genangan air, ban aus, atau kecepatan tinggi memperbesar risiko mobil selip dan sulit dikendalikan. Jika mengalami aquaplaning, jangan panik dan hindari menginjak rem.

Tahan kemudi lurus, lepaskan pedal gas, dan biarkan mobil meluncur hingga kecepatannya berkurang. Ketika mobil mulai bisa dikendalikan, perhatikan situasi sekitar untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan lain. Selalu periksa kondisi ban dan kurangi kecepatan saat hujan untuk mencegah aquaplaning.

3. Ban Pecah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ban pecah, terutama saat melaju kencang, sering membuat pengemudi panik dan langsung mengerem keras. Tindakan ini justru berbahaya karena bisa menyebabkan mobil terpelanting atau terguling. Jika ban pecah, tahan kemudi lurus, terutama jika ban depan yang bermasalah, karena mobil cenderung tertarik ke arah ban yang pecah.

Manfaatkan engine brake untuk memperlambat laju tanpa menginjak rem. Saat kecepatan sudah menurun, nyalakan lampu sein, arahkan mobil ke bahu jalan secara perlahan, dan pastikan aman dari kendaraan lain sebelum berhenti.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut