Bisnis Manis Kosmetik Lokal

Ilustrasi kosmetik.
Sumber :
  • pexels

VIVA – “Mba, ada Wardah Lip Cream yang Mauve, ga?” tanya seorang wanita kepada penjaga konter kosmetik. Pertanyaan yang penuh antusias itu hanya dijawab dengan sepenggal kata: ‘kosong’.

img_title Penimbun 26 Ton Minyak Goreng di Jaksel Perusahaan Kosmetik

Di suatu siang yang terik, saya dan wanita tersebut sama-sama berada di pasar tradisional dekat rumah. Bukan untuk berbelanja sayur atau daging, melainkan untuk berburu sebatang lipstik merek lokal yang sedang ramai diperbincangkan kala itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kami berdua ternyata mengincar barang yang sama. Sayangnya, lipstik idaman ini memang benar-benar susah didapat. 

img_title Cerita Jatuh Bangun Suami Istri di Bandung Bangun Bisnis saat Pandemi

Ini bukan konter kosmetik kecil pertama yang dikunjungi demi mendapatkan lipstik berwarna pink kecokelatan keluaran Wardah itu. Saya dan mungkin ratusan penggemar makeup lainnya juga rela ‘blusukan’ ke pasar. Kami rela bersusah payah demi beberapa brand kosmetik lokal, yang dulu mungkin hanya dipandang sebelah mata.

Saya ingat, awal mula jatuh hati pada brand kosmetik lokal ketika pertama kali mencoba lipstik Purbasari di tahun 2015. Kalau bukan karena review di media sosial yang super ramai, saya mungkin tidak pernah terpikir untuk mencoba.

img_title Jangan Tertipu, Kenali Lagi Ciri Produk Kosmetik Berkualitas

Ketika itu, warna lipstik matte mulai nge-tren. Biasanya lipstik jenis ini identik dengan merek luar negeri yang harganya cukup mahal.

Maka pecinta makeup dibuat heboh ketika lipstik buatan dalam negeri ternyata punya varian serupa. Ini lah awal mulai popularitas brand kosmetik lokal. 

Dari situ, antusiasme terhadap brand kosmetik lokal kian tumbuh. Kalau dulu ada anggapan kualitas kosmetik lokal masih kalah dengan kosmetik luar, perlahan tapi pasti, anggapan itu mulai pupus. Tak ada lagi rasa gengsi memakai brand lokal.

Daya Tarik Tersendiri

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gita, seorang beauty anthusiast, yang hobi mengoleksi macam-macam lipstik mengaku, buatan lokal punya daya tarik sendiri. “Seru, karena makin banyak brand baru yang punya produk oke. Memang, sih, ga semuanya murah, bahkan ada beberapa merek yang seharga kosmetik drugstore, semacam Maybelline dan L’Oreal. Tapi dari warna dan kualitas, it’s worth it, kok,” katanya.

Menariknya, pilihan kosmetik buatan lokal tidak lagi didominasi merek besar yang sudah berada di industri kecantikan sejak lama. Beberapa indie brand yang memiliki keunikan tersendiri, makin banyak bermunculan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut