Mengawal Proyek Infrastruktur Pasca Moratorium
- ANTARA Foto/Risky Andrianto
"TP4 ada juga yang minta dibubarkan. Ini yang sedikit mengganggu pikiran kami. Ternyata yang mendemo selama ini itu calo proyek," lanjutnya.
Terbesar Sepanjang Sejarah
Pesatnya pembangunan infrastruktur tak hanya di Jawa melainkan juga di luar Jawa menjadi salah satu penanda berbeda pemerintahan kali ini. Berambisi pada pembangunan, Presiden Jokowi di depan para chief executive officer (CEO) se-Asia dalam salah satu kesempatan akhir tahun lalu pernah menyebutkan bahwa pembangunan yang dilakukan saat ini adalah yang berbesar di sepanjang sejarah Indonesia.
"Kami melakukan pengembangan infrastruktur yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Hari ini, kami sudah di jalur yang benar untuk menyelesaikan berbagai proyek infrastruktur itu hanya dalam 5 tahun pemerintahan," ujar Presiden Jokowi pada Desember 2017.
![]()
Jokowi saat itu mengatakan, awalnya tak mudah memulai proyek pembangunan dan melanjutkan proyek mangkrak kala anggaran negara habis untuk subsidi. Namun, mantan gubernur DKI Jakarta itu mengklaim proyek-proyek bisa dijalankan dengan pemotongan anggaran subsidi. Untungnya, ekonomi saat ini semakin membaik.
Jokowi menggambarkan periode lima tahun pemerintahannya ibarat rumah tangga. Pada tahun pertama dan kedua akan terasa sangat berat termasuk dalam hal memapankan ekonomi.
Namun hasilnya akan bisa dipetik pada tahun-tahun terakhir. Presiden membanggakan berbagai deregulasi sekaligus kemudahan investasi yang sudah dikerjakan untuk mendorong pembangunan ambisius di dalam negeri.
Pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia tak lepas dari kritik. Apalagi kecelakaan kerja di proyek-proyek tersebut masih berlanjut dari tahun sebelumnya hingga tahun ini.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) termasuk yang mengkritik ambisi pemerintah soal pembangunan akbar itu. Ketua YLKI, Tulus Abadi beberapa pekan lalu mengingatkan bahwa adanya kecelakaan di proyek tak lain diduga kuat karena kegagalan perencanaan dalam hal teknik.Â
“Percepatan pembangunan proyek infrastruktur tampaknya dikerjakan seperti ‘sopir angkot mengejar setoran’. Yang penting pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpangnya," kata Tulus.
![]()
Dia menilai, puluhan korban jatuh yang sebagian meninggal dunia menjadi bukti bahwa ada yang salah dalam perencanaan dan pembangunan proyek. Tulus mengingatkan pemerintah tak asal kejar target dan harus memastikan infrastruktur itu juga akan aman saat digunakan konsumen nantinya.