Fakta di Balik Kontroversi MSG
- Pixabay/Stocksnap
Tanpa buang waktu, Ikeda menentukan rumus molekul kristal yang dihasilkan sebelumnya, yaitu C5H9NO4. Rumus molekul tersebut sama seperti asam glutamat, sebuah asam amino non-esensial karena tubuh manusia menghasilkan senyawa ini dengan sendirinya.
Diproduksi Tubuh Secara Alami
Seperti yang disebutkan di atas, asam glutamat sebenarnya juga diproduksi dalam tubuh manusia. Dalam tubuh manusia, asam glutamat sering ditemukan sebagai glutamat, senyawa berbeda jika kehilangan satu atom hidrogennya.
Glutamat merupakan salah satu neurotransmitter yang paling banyak di otak. Senyawa ini memainkan peran penting dalam memori dan pembelajaran. Selain pada tubuh manusia, senyawa ini juga diproduksi pada tubuh beberapa hewan dan tumbuhan. Senyawa ini juga dengan mudah kita temui dalam berbagai bahan makanan alami.
Sebut saja tomat, keju, jamur, buah, sayur, bahkan ASI atau air susu ibu juga mengandung glutamat. Dengan kata lain, sebenarnya micin atau MSG, tanpa ditambahkan pun sudah terkandung dalam makanan alami.
Menyadari keberhasilannya merumuskan molekul kristal yang disebut umami tersebut, Ikeda kemudian mulai berpikir untuk memproduksinya secara massal. Pada 1909, Ikeda mendirikan merk dagang Ajinomoto (dalam bahasa Jepang berarti esensi rasa) untuk memproduksi temuannya. Kala itu, bahan tambahan dalam masakan ini dibuat dengan memfermentasi protein nabati.
Pembuktian mecin dan berbagai isu kesehatan
Kontroversi seputar dampak buruk mecin ini juga telah didalami. Berbagai penelitian juga telah dilakukan untuk membuktikan bahwa mecin tidak seburuk yang beredar di masyarakat belakangan. Namun kenyataannya kontroversi terhadap penelitian tersebut juga selalu ada hingga kini.
Dari berbagai keluhan yang ada, VIVA mencoba merangkum 3 besar kekhawatiran masyarakat mengenai dampak buruk mecin. Berikut ini rangkumannya.
1. MSG dituduh merusak saraf dan bikin bodoh
Salah seorang yang memberikan pengaruh terhadap isu keterkaitan antara MSG dengan kelainan saraf adalah John Olney, psikiatris dari Universitas Washington.
Dr. Olney memberikan banyak kritik terhadap berbagai bahan tambahan makanan, namun fokus utamanya adalah aspartam dan MSG. Ia telah mengadakan banyak penelitian pada hewan pengerat dengan cara menyuntikkan atau memasukkan MSG secara paksa untuk membuktikan apakah MSG dapat menyebabkan neurotoksisitas pada hewan coba ini.