Setelah Jokowi Marah Besar
- ANTARA
Ancam Reshuffle
Pada kesempatan itu, Jokowi secara lugas menyentil kinerja beberapa bidang kerja kementerian. Paling spesifik Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Di bidang kesehatan Jokowi bahkan tegas menyampaikan perasaan kecewanya. Dia menyinggung anggaran kesehatan yang sebesar Rp75 triliun. Anggaran sebegitu gede, justru baru terserap 1,53 persen.Â
Padahal, di tengah pandemi covid-19 saat ini, bidang kesehatan justru sangat membutuhkan pembiayaan. Seperti tunjangan untuk para dokter, tenaga medis, hingga belanja peralatan medis, yang memang sangat dibutuhkan dalam penanganan wabah covid-19.
"Itu dianggarkan 75 triliun. 75 triliun baru keluar 1,3 persen, coba. Uang beredar di masyarakat kerem ke situ semua. Segera itu dikeluarkan, dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran. Sehingga men-trigger ekonomi," ujar Jokowi.
Bantuan sosial yang ditunggu masyarakat, sampai saat ini, kata Jokowi, juga masih terkendala. Dia minta segera keluarkan bantuan untuk masyarakat. Di bidang ekonomi, Jokowi minta segera stimulus ekonomi bisa masuk ke usaha mikro, kecil dan menengah. Para pelaku ekonomi itu menunggu bantuan dari pemerintah agar bisa bertahan di tengah kondisi krisis saat ini.Â
"Jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu. Enggak ada artinya," tegasnya.Â
Jokowi menambahkan, "usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, usaha gede, perbankan, semuanya yang berkaitan dengan ekonomi. Manufaktur, industri, terutama yang pada karya, beri prioritas kepada mereka, supaya enggak ada PHK. Jangan sudah PHK gede-gedean, duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita. Hanya gara-gara urusan peraturan, urusan peraturan. Ini extraordinary!".
Dengan tegas, Jokowi pun membuka berbagai langkah untuk bisa menyelamatkan negara dan rakyat di tengah kondisi krisis saat ini. Termasuk me-reshuffle kabinet.
"Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan, untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," tegasnya.Â
Marah Jokowi Level 9
Pakar Semiotika, Ibnu Hamad, melihat kemarahan yang diluapkan Presiden Jokowi kepada para pembantunya di kabinet, sudah di luar kebiasaan. Bahkan, jika dianalogikan pada level kepedasan sebuah masakan, kemarahan Jokowi kali ini sudah di level 9. Artinya, Jokowi sudah sangat marah.