Setelah Jokowi Marah Besar
- ANTARA
"Kita kan menebak-nebak juga, kira-kira menteri apa. Tapi kita lihat selama covid pasti ada beberapa menteri yang kita soroti, masalah keagamaan misalnya, perhajian. Masalah kesehatan. Kemudian UMKM. Mungkin ada kartu prakerja juga yang beliau kesal. Jadi memang ada beberapa hal yang harusnya lancar dilakukan selama covid, tapi tidak lancar," tuturnya.
“Kita tunggu beberapa minggu ke depan, kita lihat ada enggak implementasi, reaksi atau aksi dari kemarahan ini,” ujar Hendri.
Pengamat politik Yunarto Wijaya menilai, jarang sekali Jokowi memberi kode keras seperti yang disampaikannya dalam Sidang Kabinet Paripurna kali ini.
"Jarang-jarang loh Jkw kasih kodenya se-eksplisit dan sekeras ini," tulis Yunarto di akun Twitternya, @yunartowijaya yang dikutip pada Senin, 29 Juni 2020.
Menurut Yunarto, perombakan kabinet bisa saja terjadi sebelum agenda pidato kenegaraan Jokowi pada 16 Agustus 2020. Momen setiap 16 Agustus biasanya Jokowi menyampaikan pidato APBN 2020 yang bertepatan dengan sidang tahunan MPR, DPR, dan DPD.
"Bisa-bisa sebelum pidato 16 Agustus ini kejadian," kata Yunarto.
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menilai pernyataan Presiden Jokowi di hadapan para menteri adalah pesan yang sangat jelas dan tegas.
Andreas pun mendukung Jokowi mengambil langkah tegas terhadap para pembantunya, termasuk melakukan perombakan kabinet dan mengganti para menteri yang tidak bekerja maksimal.
"Langkah ini perlu segera dilakukan agar tidak menjadi rumor politik dan memperkuat kepercayaan publik terhadap keseriusan pemerintah sebagaimana pidato Presiden yang memang sangat serius," ujar Andreas.