Sidang Sengketa Pilpres Dimulai

Sidang Perdana Sengketa Pilpres 2014 di MK oleh Prabowo-Hatta
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

img_title Polisi Ungkap Nasib Uang Pelamar dalam Kasus Dugaan Lowongan Kerja Palsu di Pasar Minggu

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keterbatasan itu pula yang membuat MK membatasi jumlah saksi dalam persidangan. Sidang dengan agenda pembuktian akan berlangsung mulai tanggal 8 sampai 15 Agustus. “Tanggal 18-20 Agustus, hakim mempelajari dan menganalisis fakta. Tanggal 21 kami bacakan putusan,” kata Hamdan.
img_title Abu Vulkanik Erupsi Gunung Lewotolok Menyebar, Bandara Wunopito NTT Ditutup Sementara


img_title 1.730 Bencana Melanda Indonesia hingga September 2026, Terbanyak Karhutla dan Banjir
KPU selaku tergugat siap menghadapi tim Prabowo-Hatta. Mereka mempersilakan Prabowo-Hatta membuktikan tuduhan mereka bahwa terjadi kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pilpres 2014. “Siapa yang menuduh harus membutikan,” kata Kuasa Hukum KPU Adnan Buyung Nasution.

Ia mengatakan, KPU sudah siap dengan bukti-bukti sanggahan atas tudingan Prabowo. “Kami ajukan saksi-saksi. Kami akan membuka diri dan fair play terhadap Prabowo. Permohonan (Prabowo) kan tiga kali berubah-ubah. Jadi kami lihat dulu,” ujar Adnan.

Sementara Joko Widodo secara terpisah menyatakan bukan hanya Prabowo-Hatta yang dicurangi, tapi juga dia dan Jusuf Kalla. “Suara kami juga ada yang nol (di TPS) dan di sana mereka (Prabowo-Hatta) dapat 100 persen,” kata dia di Balai Kota DKI Jakarta.

Berkebalikan dengan Prabowo, Jokowi merasa Pilpres kali ini lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya karena berlangsung transparan. Ia mencontohkan, formulir C1 yang berisi data-data penting di TPS diunggah ke situs KPU sehingga semua orang bisa mengeceknya satu persatu. Ini membuat masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam memantau dan mengawal suara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jokowi yakin hakim MK akan bersikap netral. “Kami menghargai proses hukum di MK. Saya percaya penuh,” kata dia. Jokowi juga menyatakan hormatnya pada Prabowo-Hatta yang membawa kasus kecurangan Pilpres ke Mahkamah Konstitusi selaku lembaga yang berwenang. (umi)
Ketua DPR RI Puan Maharani

Puan soal Lahan Karhutla Jadi Kebun Sawit: Harus Diselidiki!

Ketua DPR RI Puan Maharani angkat bicara soal lahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diduga berubah menjadi kebun sawit. Dia meminta hal itu diselidiki.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut