Imlek, Tradisi yang Membawa Warna
- ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Â
Lain cerita dengan petani tebu di Tarakan Utara, Kalimantan utara. Bagi mereka, meski tak merayakan, namun Imlek telah memberi angin segar bagi pundi-pundi uang.
Maklum, warga Tionghoa banyak yang berburu tebu. Konon, tebu yang dipasang di depan rumah saat Imlek, akan mampu mengusir roh jahat atau ancaman jahat.
Tak pelak, petani pun kecipratan rezeki Imlek. Menjelang Imlek, keuntungan mereka bisa melonjak hingga 400 persen atau setara Rp3-5 juta.
"Sebatang tebu kami jual Rp25 ribu, tapi tetap diburu pembeli. Umumnya, mereka mencari batang tebu segar yang berwarna cerah dan memiliki ruas batang yang panjang," kata petani tebu Burhanuddin.
Di sisi lain, kepolisian sepertinya sudah bersiaga penuh untuk mengamankan perayaan Imlek tahun ini. Ribuan polisi di berbagai daerah disiapkan khusus demi menjaga kelancaran perayaan Imlek.
Prioritas pengamanan pun tak luput dilakukan oleh tim Detasemen Khusus 88 Antiteror. Para pemburu teroris ini memastikan telah menetralisasi sejumlah ancaman terhadap Imlek 2016.
"Kelompok potensial sudah ternetralisir," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian.
Apa pun itu, Imlek sudah menyesap dalam budaya Indonesia. Pluralisme dan keragaman budaya dan tradisi ini melebur seiring waktu. Imlek, di balik sejarah kelamnya kini telah memberi warna dan rupa bagi Indonesia.
Selamat Tahun Baru China..