Tekanan Ahok dan Mundurnya Rustam Effendi

Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi mengundurkan diri
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Danar Dono

Soal pengangkatan dan pengunduran pejabat wali kota DKI Jakarta, menurut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, sepenuhnya kewenangan Ahok, sebagai pemimpin tertinggi di Pemprov DKI.  Sebab, DKI Jakarta merupakan daerah khusus.

img_title Polisi Akan Hentikan Kasus Pencemaran Nama Baik Ahok

Namun, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menyebutkan, pengunduran diri Rustam harus jelas. Sebab, masa pensiun Rustam masih panjang, tidak sedang sakit dan tidak berhalangan tetap. "Tidak bisa seenaknya mengundurkan diri," kata Tjahjo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tudingan-tudingan Itu

img_title Ahok Maafkan Dua Fans Veronica Tan yang Menghinanya

Rentetan masalah akhir-akhir ini diduga menjadi pemicu lengsernya Rustam. Tiga hari sebelum mengundurkan diri, misalnya. Dalam rapat penanganan banjir, Jumat, 22 April 2016, itu Ahok sempat mengungkapkan kekecewaannya kepada Rustam.

Itu lantaran Rustam tak kunjung menertibkan hunian liar di kolong tol Ancol, Penjaringan, Jakarta Utara. Akibatnya, tindakan normalisasi saluran air dari Dinas Tata Air DKI Jakarta terhambat.

img_title Tantangan Erick Thohir Genjot Kinerja BUMN: Ubah Karakter Ahok

Ahok lantas menyindir Rustam bersekongkol dengan Yusril Ihza Mahendra, bakal calon gubernur DKI Jakarta. Sindiran, yang menurut Ahok sekadar gurauan itu, membekas di hati Rustam. Sehari kemudian, Rustam lantas mencurahkan isi hatinya (curhat) dalam sebuah status di akun Facebook miliknya.

Berjudul 'Bekerja dengan Hati', tulisan Rustam itu berisi protesnya terhadap Ahok. Rustam menjelaskan kesulitannya dalam menertibkan hunian liar yang menjadi penyebab banjir di Jakarta Utara. Dia menilai, tindakan Ahok yang menuduhnya macam-macam, bukan sesuatu yang baik.

Seorang pemimpin seharusnya memberi semangat dan motivasi kepada bawahannya yang telah bekerja, bukan melempar tuduhan dia dalam pengaruh lawan politik saat menyelesaikan pekerjaan. "Tuduhan dan fitnah itu keluar dari pimpinan yang sebenarnya saya berharap memberikan petunjuk, arahan, bimbingan, memotivasi, memberi semangat," tulis Rustam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belum reda masalah itu, Ahok kembali melontarkan tuduhan ke Rustam. Mantan Bupati Belitung Timur itu mengungkap sebuah aktivitas perkumpulan pejabat DKI yang gemar bermain golf. Ahok menjuluki kelompok ini Geng Golf.

Menurut Ahok, geng ini bisa mengatur naik tidaknya pangkat dan jabatan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.  Berkuasanya Geng Golf karena gubernur saat itu juga memiliki hobi bermain golf. Namun tidak disebutkan siapa nama gubernur itu. "Pejabat eselon II yang masih tersisa yang suka main golf sekarang tinggal Wali Kota Jakarta Utara. Karena Gubernur Golf, dia jadi ada geng," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut