Tekanan Ahok dan Mundurnya Rustam Effendi

Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi mengundurkan diri
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Danar Dono

Rustam tak menampik dia terkadang suka bermain golf. Namun, dia mengaku tidak paham soal Geng Golf yang dituduhkan kepadanya.

img_title 2 Alasan PDIP Jagokan Ahok Kembali Pimpin Jakarta 2024

Selanjutnya…Ada apa Ahok dan Rustam

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Ayu Thalia Tunjukan Bukti Memar Kaki Diduga Dianiaya Nicholas Sean

Ibarat api dalam sekam. Ahok dan Rustam rupanya telah lama mengalami ketidakcocokan. Mundurnya Rustam, setelah sejumlah tudingan itu, adalah puncak dari ketidakharmonisan tersebut. "Memang sudah ada perbedaan prinsip," ujar Ahok, Selasa 26 April 2016.

Beberapa ketidakselarasan itu, di antaranya terjadi saat penertiban hunian liar di kawasan lokalisasi prostitusi Kalijodo, Jakarta, beberapa waktu  lalu. Tanpa alasan yang jelas, Rustam disebut meminta sebuah bengkel di sana tidak turut ditertibkan.

img_title Jawaban Tegas Ahok Soal Stop Kartu Kredit Pertamina Limit Rp30 M

Namun Ahok tidak mengikuti permintaan itu. Apalagi, setelah diketahui, pemilik bengkel ternyata seseorang yang berasal dari keturunan Tiongkok. "Ini bisa berbahaya secara politik," ujarnya.

Perbedaan lain muncul terkait pengelolaan Kawasan Berikat Nusantara  di Jakarta Utara. Lantaran itu semua, Ahok tidak mempermasalahkan jika Rustam merasa sakit hati dengan tuduhannya, kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri. "Dia merasa enggak cocok, ya sudah. Kita juga enggak bisa menahan," katanya.

Mundurnya Rustam disebut-sebut akan menimbulkan efek domino. Sebanyak 22 kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah lainnya di Pemprov DKI diduga memiliki niat mundur dari jabatannya. Niatan itu sudah muncul setidaknya sejak empat bulan lalu. "Tapi (mereka) membatalkan niatnya karena merasa memiliki tanggung jawab pekerjaan," ujar anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Syarif melalui sambungan telepon, Selasa, 26 April 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Niat itu diduga terbit lantaran mereka merasa tidak nyaman dengan kondisi birokrasi dalam Pemerintah Jakarta saat ini. Para pejabat merasa telah bekerja keras sesuai arahan, tetapi tidak mendapat apresiasi yang sepadan. Mereka juga tidak mendapat dukungan moral dari gubernur. Dalam rapat, para pejabat pun kerap tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat. "Kondisi pemerintah di era Pak Gubernur ini under pressure," ujar Syarif.

Kabar rencana pengunduran diri sejumlah pejabat Pemprov DKI itu ditampik tegas Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Dia mengatakan hal itu hanya isu belaka. "Enggak ada, cuma isu itu, gosip" ujar Djarot.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut