Drone Amfibi, Pengawal Pertahanan RI
- VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto
Menurut Kepala BPPT saat itu, Marzan A. Iskandar, BPPT telah bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (DI), PT LEN Industri, dan Kementerian Pertahanan untuk pengembangannya.
Ia menjelaskan, BPPT bertindak sebagai pembuat teknologi, sedangkan PT DI yang memproduksi. Selanjutnya, PT LEN Industri bertugas untuk penerapan teknologi sistem kendali. Kemhan nantinya sebagai pengguna.
"Pesawat nirawak ini memiliki misi militer dalam pengawasan sistem pertahanan dan keamanan nasional," ujar Marzan saat itu.
Sementara itu, PT Dirgantara Indonesia menyebut upaya tersebut penting untuk kemajuan sistem inovasi nasional.
Saat itu, kerja sama itu memiliki program kelanjutan, di antara perluasan di bidang teknologi pertahanan, dirgantara, dan energi. Respons baik pun diberikan oleh Kemhan terhadap pembuatan PUNA Wulung.
Lalu, bagaimana kini perkembangannya? Teknologi bakal menjadi bagian tak terpisahkan dari pertahanan wilayah Indonesia. (asp)