Jam Malam untuk Geng Motor
- Zahrul Darmawan/VIVA.co.id
Terbangunnya perasaan itu membuat kelompok pemotor akhirnya cenderung berujung pada aktivitas yang tidak baik, saling berhadapan dan ingin mengalahkan.
"Ujung-ujungnya konflik, bentrok dan akhirnya kekerasan," tutur doktor kriminolog jebolan University of Queensland Australia tersebut.
Adrianus mengatakan, perkembangan saat ini malah kekerasan yang dilakukan geng motor tidak hanya menyasar ke kelompok geng motor lainnya. Malah sudah menyasar ke individu warga.
"Misalnya mereka menyerang pengguna jalan, maupun warga lainnya. Musuhnya malah makin banyak," tutur dia.
Adrianus menduga aktivitas kekerasan yang dilakukan geng motor cenderung akan terjadi kembali secara berulang-ulang. Hal ini karena, geng motor yang diserang punya dendam dengan kelompok lain.
"Jadi ada bekas. Memorinya mudah menumbuhkan perilaku yang sama, jadi kambuhan," ujarnya.
Terkait tindakan yang harus dilakukan kepolisian terhadap geng motor saat ini, Adrianus memandang sudah tergolong terlambat, sebab benih konflik dan kekerasan sudah muncul sejak ada kemunculan kumpulan geng motor saat malam hari.
"Sudah telat. Seharusnya jangan hanya menghukum saat geng motor bertindak kekerasan saja," jelasnya.
Selanjutnya: Perlukah Jam Malam?
Perlukah Jam Malam?
Untuk mencegah agar aksi brutal geng motor tidak terjadi lagi, Adrianus mengatakan, polisi harus mencegah sedini mungkin adanya aktivitas kumpul-kumpul geng motor saat malam hari.
"Kalau ada (kumpul geng motor) segera bubarkan mereka. Atau kalau tidak, ya dijagain mereka, biar mereka pindah (dilokalisir), agar mereka jangan sampai beraksi lagi," tuturnya.
Cara tersebut menurutnya adalah tindakan pencegahan yang tergolong paling mudah dan memungkinkan dilakukan polisi agar tidak muncul lagi aksi brutal geng motor.
Langkah lainnya yang lebih baik juga bisa dilakukan polisi, yaitu dengan mengaktifkan semacam jam malam bagi aktivitas malam hari, khususnya bagi kalangan geng motor. Langkah jam malam itu, menurutnya, memang tergolong agak susah, sebab selain membutuhkan biaya pengamanan juga menyangkut hak warga negara untuk beraktivitas saat malam hari.
"Langkah ini kalau mau memang lebih baik. Tapi kan ini bisa menyangkut hak asasi. Masyarakat, warga nanti haknya terganggu," ujarnya. Â