Bom Solo Bagian dari Serangan Global ISIS

Polisi membawa kantong berisi jenazah pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Selasa (5/7/2016)
Sumber :
  • ANTARA/Maulana Surya

Dalam video itu, sekelompok pemuda dan anak-anak yang terlihat di dalam gambar pun membakar tumpukan paspor yang kemudian diikuti sorak sejumlah orang di dalam video.

img_title 11-03-2004: Bom Beruntun Hentakkan Ibu Kota Spanyol

Video ini, diketahui disebar bersamaan dengan kejadian bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta pada Selasa 5 Juli 2016, sekira pukul 07.45 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepolisian Indonesia juga telah memastikan jika serangan itu diduga berkaitan dengan isntruksi ISIS. "Dari ISIS ada instruksi untuk melakukan aksi teror di seluruh dunia," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

img_title Ada Ancaman Bom Bunuh Diri, Markas Polda Sulteng Siaga Satu

Oktober tahun 2015, Juru Bicara ISIS, Abu Muhammad menebar ancaman serangan yang akan dilakukan pada Ramadan  tahun ini. Namun yang menjadi sasaran kata dia adalah kantung-kantung Barat yang dimaksudkan merujuk pada  Eropa dan Amerika. Pesan teror itu disiarkan melalui pidatonya di media ISIS, Al Furqan.

Meskipun ancaman itu dinilai sejumlah kalangan termasuk otoritas pemerintah Irak dan Amerika Serikat hanya isapan jempol. Pasalnya, kekuatan ISIS dinilai melemah dalam beberapa bulan belakangan saat pesan teror itu disebarkan.

img_title Lamaran Ditolak, Dayat Ancam Ledakan Diri di Rumah Kekasih

Realitanya, patut dicatat, selama bulan Ramadan tahun 2016, serangan teror jamak terjadi di berbagai belahan dunia.

Pekan lalu masih di Ramadan, Bandara Ataturk, Istanbul, Turki diserang senjata api dan ledakan bom. Tragedi yang terjadi pada Selasa malam, 28 Juni 2016 tersebut berawal dari ledakan bom di pintu masuk terminal udara. Serangan teroris ini menewaskan setidaknya 41 orang sementara 239 orang terluka yang mencakup warga Turki dan para warga negara asing. ISIS kemudian mengklaim sebagai pelaku aksi kekejaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara pada hari yang sama, serangan bom juga terjadi di restoran dan bar Movida di Kuala Lumpur, Malaysia. Menurut Kepolisian setempat, dimungkinkan keterlibatan ISIS dalam serangan yang mencederai hingga delapan orang tersebut. Dua orang sudah ditahan terkait penyerangan setelah sejumlah warga Malaysia sebelumnya diketahui bertolak ke Suriah. Ledakan ini disebut sebagai serangan perdana yang diduga dilakukan ISIS di negri Jiran.

Hitungan hari, serangan dan penyanderaan terjadi di Kafe Holey Artisan Bakery di Dhaka, Bangladesh. Dalam aksi kejahatan itu, lebih dari 20 orang yang sempat menjadi sandera tewas termasuk anggota Kepolisian. Selain itu, lebih dari 30 orang menderita luka-luka. Kafe yang menjadi lokasi serangan memang dikenal sebagai lokasi berkumpul para ekspatriat. Serangan brutal di Kafe Holey terjadi pada Jumat, 1 Juli 2016. Anggota kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS diidentifikasi oleh saksi menjadi salah satu pelaku penyerangan dan penyenderaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut