Haji adalah Wukuf di Arafah
- VIVA.co.id/Arinto
Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, mengatakan, faktor kesehatan jemaah haji sangat penting. Karena mereka yang paling tahu tentang kondisi kesehatan masing-masing.
"Kondisi fisik setiap jemaah berbeda-beda, sehingga perlakuannya pun berbeda," tuturnya.
Selain itu, Anung mengimbau jemaah untuk menggunakan alas kaki berupa selop, atau sejenisnya saat pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jemaah diimbau tidak menggunakan sandal jepit.
Menurut dia, sandal jepit lebih tepat digunakan untuk perjalanan jarak pendek, bukan untuk jarak jauh. Karena itu, justru bisa berpotensi mengganggu kesehatan.
Safari Wukuf
Mengingat haji adalah Arafah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Daerah Kerja Mekah, dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) pun memperhatikan para jemaah yang sakit. Untuk itu, tim menyiapkan 10 bus dan ambulans untuk kebutuhan safari wukuf bagi jemaah sakit.
Petugas sudah mempersiapkan kesiapan bus, termasuk memodifikasi untuk kenyamanan jemaah.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Muchtaruddin Mansyur, mengatakan, tim mengklasifikasi jemaah sakit dalam tiga kategori, yakni jemaah yang perlu dibadalkan hajinya, disafariwukufkan, dan dengan pendampingan khusus.
"Sekarang sedang dimatangkan, sementara ada 40 jemaah haji yang akan menjalani safari wukuf," kata Muchtarudin, Rabu, 7 September 2016.
Namun, dia menambahkan, jumlah tersebut belum termasuk data dari sektor dan kloter. Untuk itu, tim kesehatan berharap ada bantuan transportasi yang sesuai kebutuhan jemaah.
Upaya ini diperlukan, menurut Muchtaruddin, karena kondisi kesehatan jemaah beragam, termasuk ada yang mengalami gangguan kejiwaan. Sebab, tim membutuhkan kepastian bantuan transportasi terhadap jemaah itu, untuk keperluan penanganan medis selama di perjalanan.
Tim kesehatan dari KKHI juga sudah menyiapkan ambulans untuk keperluan safari wukuf itu. Termasuk bantuan dari muassasah, dengan total sebanyak 27 ambulans.
![]()
Doa Khusus
Kini, wukuf di Arafah, tinggal dua hari lagi. Jutaan umat muslim dari penjuru dunia akan berkumpul dan berdiam diri di Padang Arafah.
Kesempatan untuk memohon ampun kepada Allah SWT dan memanjatkan doa, sepertinya akan menjadi kesempatan yang tidak ternilai.
Termasuk bagi Anton (58), syukur dan nikmat sangat dirasakan, karena sebentar lagi akan wukuf di Arafah. Jemaah asal kloter 67 embarkasi Solo itu tidak menyangka bisa diberi kesempatan beribadah haji ke Tanah Suci.