Haji adalah Wukuf di Arafah
- VIVA.co.id/Arinto
"Dulu, saya hanya bisa salat sambil duduk. Tapi, sejak sebelum berangkat ke Mekah, alhamdulillah saya bisa salat dengan normal," ujar bapak dengan empat anak itu, ditemui di lobi pemondokan 103, wilayah Mahbas Jin, Mekah, Kamis 8 September 2016.
Sudah tujuh tahun Anton mengidap penyakit diabetes. Kaki kanannya bahkan sempat akan diamputasi. Namun, panggilan untuk berangkat haji membuatnya makin bersyukur.
"Saat wukuf, saya ingin meminta kesembuhan penyakit saya, mendoakan keluarga, dan juga teman serta kerabat," ujarnya. "Semoga mereka bisa seperti saya, bisa berangkat haji," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Anton pun sudah menyiapkan fisik sebelum puncak haji nanti. Selama di Mekah, kakek dengan tiga cucu itu sudah tiga kali melakukan tawaf di Masjidil Haram.
Tidak lupa, perlengkapan untuk prosesi haji juga sudah disiapkan. Termasuk kain ihram hingga semprotan untuk wajah.
Kesiapan serupa tersirat dari raut wajah Kinem. Nenek berusia 75 tahun itu akan meminta kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan dan terhindar dari marabahaya. Kinem sedikit terganggu karena penyakit asam urat.
"Alhamdulillah sehat, cuma agak batuk. Tapi sudah siap (untuk wukuf)," ujar jemaah yang tergabung kloter 15 embarkasi Kualanamu, Medan (MES 15) itu.
Saat wukuf nanti, Kinem juga akan berdoa untuk keluarganya agar selalu mendapat kesehatan. Selain itu, nenek yang sudah tinggal sejak tahun 1964 di Sumatera Utara itu berharap selamat sampai tiba kembali di Tanah Air.
Harapan untuk diberikan kesehatan juga dilontarkan Salemah (80). Jemaah asal kloter 5 embarkasi Lombok (LOP 5) itu juga menyatakan kesiapannya untuk wukuf pada Minggu mendatang.
Petugas Siap Melayani
Untuk memperlancar pelaksanaan ibadah haji jemaah Indonesia, petugas PPIH, terus bekerja keras memberikan pelayanan, pembinaan, dan perlindungan.
Amirul hajj memastikan, di Arafah, tenda untuk jemaah sudah berdiri, termasuk di antaranya pemasangan karpet, serta pengujian water fan.
Fasilitas toilet juga sudah disiapkan. Untuk satu bangunan, terdiri atas 10 toilet dan beberapa keran untuk berwudu. Lokasinya tersebar di beberapa tenda-tenda jemaah haji Indonesia.
Dapur untuk menyediakan makanan bagi jemaah juga sudah tersedia. Tiap maktab ada dapur untuk menyediakan makanan dan minuman bagi jemaah haji. Air minum, menurut menag, untuk menjaga kebersihan disediakan dalam bentuk kemasan botol plastik. "Disediakan juga air panas," tuturnya.