Antasari Azhar Menjelang Bebas
- VIVAnews/Tri Saputro
Meskipun belum bisa membebaskan secara murni, tapi Boyamin melihat pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi sekarang sudah memberikan apresiasi dengan melepaskan Antasari pada 10 November nanti.
Menurutnya, keputusan tersebut adalah simbol tersendiri bagi pria kelahiran Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, 18 Maret 1953 itu.
"Pak Antasari (selama menjalani masa hukuman) disiplin, tertib. Asimilasi tertib, berangkat jam 9 pulang jam 5. Disiplin itu sosok pahlawan juga. Maka disimpulkan layak dapat 'gelar pahlawan' dengan dikeluarkan pas Hari Pahlawan," kata Boyamin.
Boyamin mengakui status pembebasan Antasari ini adalah bebas bersyarat. Tapi dia tidak mempersoalkan itu.
"Memang bebas bersyarat tapi ya bisa dikatakan sudah keluar penuh. Karena tidak mungkin Pak Antasari akan melakukan pelanggaran kejahatan lagi," kata dia.
Dengan posisi seperti itu, Boyamin menjelaskan bahwa Antasari akan menjalani wajib lapor ke Lapas. Menurutnya, kewajiban itu untuk memastikan bahwa mantan jaksa itu masih di Indonesia.
Setelah dari penjara
Apa yang akan dilakukan Antasari setelah keluar dari penjara tentu menjadi pertanyaan bagi masyarakat secara luas. Maklum, suami dari Ida Laksmiwati itu bukan sosok sembarangan. Selain mantan Ketua KPK, ia juga mantan pejabat teras di lingkungan Kejaksaan Agung.
Namun, Boyamin belum bersedia membeberkan secara gamblang soal rencana-rencana kliennya itu ke depan. Satu yang pasti, Antasari akan mencurahkan waktunya bersama keluarga.
"Yang penting Pak Antasari bersyukur. Beliau mengatakan akan lebih banyak bersama keluarga, katanya ingin memuaskan momong cucu," kata Boyamin.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) itu mengungkapkan, saat menjalani hukuman di Lapas, tiga cucu Antasari lahir. Yang paling besar usianya kini sekitar 7 tahunan, dan yang paling kecil 3 bulanan.
"Kalau Pak Antasari bilang kan selama di Lapas dia memiliki tiga orang cucu, jadi nanti mau puas-puasin momong cucu dulu. Begitu," katanya.
"Ini kan rasa syukur beliau, gembira (bisa kumpul) keluarga. Dia ingin muas-muasin dulu main sama cucunya," tambah dia.
Selain itu, dia mengakui ada keinginan seperti mengajar. Lalu, bidang-bidang yang lain?
"Spontanitas ingin kembali mengajar jadi dosen karena berkaitan dengan keilmuan beliau. Kalau ke hukum, beliau bilang sudah bukan eranya lagi, itu kan umur juga. Nah ke politik, dia bilang sih nanti-nanti saja itu," lanjut Boyamin.