Suriah, Meniti Kematian dalam Diam

Ganasnya Serangan Senjata Kimia di Idlib Suriah
Sumber :
  • REUTERS/Ammar Abdullah

"Ada kelompok pemberontak yang Barat tidak bisa mendukung, antara lain kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS. Dan kemudian di sisi lain, ada brigade Tentara Merdeka Suriah - yang merupakan mitra Barat dan dipercaya sebagai kelompok moderat," tuturnya.

img_title Mengejutkan, Sarang Pemberontak Suriah Berisi Rudal Amerika dan Israel

"Di tengah, ada kelompok-kelompok Islam yang negara-negara Barat tidak tahu bagaimana cara menanganinya. Barat tidak nyaman, tetapi juga tidak bersedia menempatkan kelompok-kelompok ini dalam kotak yang sama dengan ISIS. Rusia akan menganggap kelompok-kelompok itu adalah teroris. Tetapi Barat tidak ingin menganggapnya begitu," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arab Saudi, Amerika, dan sejumlah negara Eropa mendukung kelompok pemberontak anti-pemerintah. Namun tak semua kelompok mereka dukung. Bagi mereka rejim Assaad adalah rejim kejam yang bisa melakukan kekerasan pada warganya sendiri. Sementara di sisi Assaad adalah Rusia dan Iran. Dukungan kedua negara ini sangat penting bagi Assaad untuk terus mempertahankan kekuasaannya.

img_title Biadab, Rudal Israel Bombardir Suriah di Tengah Puasa

Bahkan hari ini, saat berita tentang penggunaan senjata kimia kembali ramai, Rusia dengan tegas tetap menyatakan dukungannya pada Assaad. Rusia percaya bahwa serangan kimia itu bukan dilakukan oleh pemerintah Suriah.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, seperti diberitakan oleh Al Arabiya, mengumumkan bahwa Rusia akan tetap melanjutkan operasi militernya untuk mendukung rezim Suriah dan Presiden Bashar al Assad. Peskov mengatakan bahwa ia juga terlibat dalam negosiasi. Rusia, ujar Peskov, akan mempertahankan pendapatnya saat Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB, bahwa serangan kimia itu justru dilakukan oleh kelompok oposisi.

img_title Israel Serang Suriah, Rudal Beterbangan di Langit Damaskus

Seorang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow mengatakan, draft resolusi yang ditawarkan oleh PBB "tidak bisa diterima," dan dilandaskan oleh informasi yang salah. Rusia juga mengatakan, bahwa itu bisa semakin mengguncang stabilitas di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konflik Suriah yang kompleks begitu kabur. Tak ada yang tahu, kapan perang akan berakhir. Meski ratusan nyawa, termasuk nyawa anak-anak telah menjadi korban, ribuan lainnya mengalami luka, dan jutaan orang mengungsi, masa depan Suriah masih gelap.

Negara yang sebelumnya terkenal dengan berbagai kota kuno yang mewarisi bangunan indah berusia ratusan tahun kini mulai meniti kematiannya sendiri. Masa depan rakyat Suriah makin meredup, entah sampai kapan konfik ini tak berkesudahan, dan membiarkan Suriah meniti kematiannya sendiri, dalam diam. (umi)

VIVA Militer : Tank pasukan Rusia di Suriah menghancurkan markas militan Suriah

Militer Rusia dan Suriah Hancurkan Rumah Sakit Darurat Militan Suriah

Aliansi militer Rusia dan Suriah juga ledakkan gudang senjata di Hama

img_title
VIVA.co.id
11 Agustus 2020
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut