Kanker Payudara Meneror Wanita Indonesia
- Pixabay/pexels
Kanker payudara sendiri memang merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh wanita. Dilansir laman Yayasan Kanker Payudara Indonesia, rata-rata pasien kanker payudara yang datang ke rumah sakit adalah pasien dengan kondisi sudah lanjut.
Dari pengalaman yang dialami langsung oleh dokter Walta selama bekerja di RS Dharmais juga dikatakan, sejak tahun 1997 ia menjadi ahli bedah, kasus kanker payudara ternyata masih berada di atas 65 persen, pasien yang datang ke rumah sakit tempat ia bekerja dan mereka datang dengan stadium lanjut.
"Bahkan sampai 2017 tidak ada peningkatan dan tingkat penurunan angka yang datang, menurutnya pasien yang masih datang dengan stadium lanjut masih berada di sekitaran 65 persen," kata dokter Walta.
Yang lebih mengerikan, data WHO menyebutkan bahwa estimasi jumlah penderita kanker payudara akan meningkat hingga 300 persen pada tahun 2030.
Persoalan Serius
Kanker payudara adalah tumor ganas yang berawal dari sel payudara. Kumpulan sel kanker membentuk tumor yang berkembang secara cepat di jaringan payudara, dan bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain. Kanker payudara terjadi hampir selalu pada wanita namun dapat terjadi pula pada pria.
Bertepatan dengan Hari Kanker Payudara Sedunia, 26 Oktober 2017, semakin banyak langkah-langkah positif yang dilakukan berbagai lapisan msayarakat untuk menurunkan angka penderita kanker payudara.
Bahkan semakin banyak lembaga ikut turun mengkampanyekan peduli dan cegah kanker payudara. Ini dilakukan karena banyak pihak yakin, jumlah kasus itu bisa diturunkan. Salah satunya dengan deteksi secara dini. Cara ini yang tengah diupayakan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI),
Sepanjang Oktober – yang menjadi bulan peduli kanker payudara – YKPI menyelenggarakan berbagai kegiatan terutama dalam memperluas kampanye deteksi dini kanker payudara. Hal ini dilakukan dalam rangka mencapai visi YKPI menuju Indonesia Bebas Kanker Payudara Stadium Lanjut 2030.
“Kanker payudara tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi setidaknya tidak dalam stadium lanjut sejalan dengan SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) yaitu meningkatkan kesehatan perempuan," jelas Ketua YKPI Linda Agum Gumelar, saat Konferensi Pers Bebaskan Indonesia dari Kanker Payudara Stadium Lanjut 2030 di Jakarta.