Soetech Luncurkan Pivot Strategy, Jadi Lebih Scalable
- Istimewa
“Ya, kita masih kekurangan modal investasi, Kita belum tahu berapa akan habis, yang jelas paling tidak kita butuh backend engineer, frontend engineer dan UI/UX. Dan untuk Native appnya (mobile app) kita akan perlu iOS Developer dan Android Developer. Kalau pakai SDM dari internal sih belum memadai, jadi kita akan hiring lagi khusus project ini,” katanya.
![]()
Menurut CEO Soetech, walaupun dana yang dibutuhkan diawal cukup besar, tapi menginvestasikan budget untuk sistem baru jauh lebih baik daripada harus meneruskan sistem konvensional yang sekarang digunakan.
“Nah, sekarang kita bicara efisiensi. Gini, katakanlah kita punya 10 talent, sementara co-working space itu kan per bulan/orang bisa 1,5-2,5 juta. Berarti untuk space mereka saja kita spend 15-25 juta per bulan. Sementara fee talent itu saja nggak seberapa per bulannya. Uang yang tadinya bisa buat mereka (talent) jadi habis duluan untuk
space. Ini kan tidak efisien. Kalau semuanya sudah automated, tentu coworking space ini akan kita gunakan untuk orang orang seperti manager, marketing, dan IT. Sementara talent kita yang jumlahnya akan bertumbuh pesat ini bisa bekerja dari rumah,” katanya.
Dengan adanya sistem baru ini, tidak hanya menghemat working space, jasa yang ditawarkan juga jadi semakin luas. Awalnya, Soetech hanya menawarkan seputar Design, Video Editing, Music Production, IT Services, dan juga bidang lain. Namun rencana ke depannya akan juga meliputi industri non kreatif seperti Legal Consulting, Business Consulting, Financial Services.
Visi Soetech
Seperti yang kita tahu, Indonesia, di bawah kepemimpiman Presiden Joko Widodo mengandalkan Industri ekonomi kreatif sebagai masa depan Indonesia. Platform baru dari Soetech akan membantu perkembangan tersebut lebih pesat lagi. Dengan sistem baru, platform baru ini nantinya akan dapat menyerap talent tanpa ada syarat tertentu.
Namun yang dibutuhkan nantinya untuk calon talent untuk register dan bekerja di dalam platformnya hanyalah portfolio berupa foto, screenshot atau file lain yang formatnya didukung. Tidak ada lagi persyaratan minimal S1, S2, SMK, SMA, dan lain lain. Anak SD sekali pun bisa bekerja dan menjual jasanya hanya dengan portfolio. Dengan begini, pengangguran dan rakyat miskin yang sebenarnya memiliki potensi dan bakat yang berguna jadi bisa menjadi profesional.