Nursyahbani Katjasungkana

Nursyahbani Katjasungkana
Sumber :
  • bbc.com

VIVA.co.id – Nursyahbani Katjasungkana lahir di Jakarta 7 April 1955 dari pasangan Katjasungkana dan Siti Maimunah.  Bapaknya seorang aktivis sementara ibunya adalah ibu rumah tangga asal betawi. Nursyahbani menikah dengan Gito Prastowo dan bercerai. Dari pernikahan mereka dikaruniai empat orang anak.

img_title Hilirisasi Nikel Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi vs Kerusakan Lingkungan Cek Breaking NULL

Nusyahbani  memang kelahiran Jakarta, namun masa kecil dan remajanya ia lalui di daerah Jawa Timur. Nursyahbani yang saat itu baru berumur 6 bulan ikut berpindah rumah bersama keluarganya ke Madura dan pindah lagi ke daerah Sampang, baru kemudian ia berpindah ke Pasuruan. Pendidikan SD- nya ia selesaikan di Pasuruan, sementara SMP dan SMA-nya ia pindah ke Malang, Jawa Timur. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat usia 18 tahun, Nursyahbani meneruskan jenjang pendidikan S1-nya di Surabaya,  Jurusan Hukum di Universitas Airlangga (Unair). Setelah lulus, karier pertamaya ia ukir sebagai seorang pengacara di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) selama setahun. Nursyahbani pertama kali masuk ke dalam ranah aktivis hukum sebagai wakil dikrektur LBH Jakarta selama tiga tahun dan mulai serius terlibat mengenai kasus-kasus perempuan. 

img_title Ancaman Kebakaran Hutan dan Krisis Air di Indonesia

Ia juga aktif di berbagai organisasi. Ia aktif di organisasi Work Group Coordinator of Indonesia NGO Forum on Women. Ia memimpin proyek penelitian tentang gender dan akses kepada keadilan, yang disponsori oleh APWLD, Kuala Lumpur dan menjadi konsultan hukum untuk program advokasi peran dan posisi perempuan di Solidaritas perempuan sejak 1990.

Kariernya terus naik dengan banyak kegiatan di lapangan. Ia juga didaulat sebagai sekjen Koalisi Perempuan untuk  Keadilan dan Demokrasi, Board Member of Women Law and Development International, dan pada tahun 1998,  ia menjadi anggota Komisi Nasional Kekerasan terhadap Perempuan.

img_title Hilirisasi Nikel Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi vs Kerusakan Lingkungan

Setelah malang-melintang di dunia aktivis perempuan, Nursyahbani terjun ke dunia politik praktis. Ia menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Dapil Jawa Timur untuk periode  2004-2009. Setelah tak di DPR, ia kembali ke habitat lamanya, advokat dan aktivis perempuan.

BIODATA

Nama lengkap : Nursyahbani Katjasungkana 
Tempat, Tanggal Lahir   : Jakarta, 7 April 1955
Jabatan  : Sekjen Koalisi Perempuan untuk Keadilan dan Demokrasi
   
KELUARGA  
Suami  : Gito Prastowo (cerai)
Anak : Moch Gamal Nasser, Moch Reza Kacawijaya dan Giany Amorita Prastiwi.
Orang Tua : Katjasungkana dan Siti Maimunah

PENDIDIKAN:

  • SD, Pasuruan, 1961-1966
  • SMP,  1966-1969
  • SMA,  Malang, 1969-1973di 
  • Universitas Airlangga, Surabaya ,1973-1978

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KARIER

  • Pengacara di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, 1980-1981
  • Wakil Direktur LBH Jakarta, 1984-1987
  • Anggota Komisi Nasional Kekerasan terhadap Perempuan (1998-sekarang)
  • Sekretaris pertama Jenderal KPI (Koalisi Perempuan Indonesia) untuk Keadilan Dan Demokrasi, 1998-2004
  • Anggota DPR RI tahun 2004-2009 dari Partai Kebangkitan Bangsa dari Propinsi Jawa Timur
  • Organisasi Work Group Coordinator of Indonesian\'s NGO Forum on Women
  • Sekjen Koalisi Perempuan Untuk Keadilan dan Demokrasi
  • Board Member of Women Law and Development International
     
Pernikahan dini/anak.

LBH Apik: Aisha Weddings Promosikan Pedofilia

Menurut Nursyahbani, ini sudah jelas sebuah bentuk kampanye untuk terjadinya pedofilia. Dia akan melaporkan masalah ini ke polisi.

img_title
VIVA.co.id
11 Februari 2021
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut