Primus Yustisio
- ANTARA/Widodo S. Jusuf
Primus memiliki banyak sekali penggemar pada awal kemunculannya. Hal itu karena kemampuan aktingnya yang memukau dan tentu saja ketampanan wajahnya. Hal ini membuat Primus mendapat penghargaan sebagai aktor terfavorit versi Panasonic Award tahun 1999.
Karier Politik
Setelah tidak aktif dalam dunia hiburan selama hampir satu tahun, Primus membuat kabar ynga cukup mengejutkan. Ia mencalonkan diri menjadi Bupati tetapi gagal. Kemudian, ia ditarik menjadi calon Wakil Bupati Subang berpasangan dengan Imas Aryumningsih. Imas dan Primus merupakan pasangan yang diusung oleh Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional.
Ketertarikan Primus dalam dunia politik didasari karena keinginannya membuat harapan baru bagi masyarakat Subang. Primus memang memiliki darah Subang karena neneknya berasal dari sana. Kecintaannya pada Subang membuatnya ingin memimpin daerah yang terdiri dari 30 kecamatan tersebut.
Dalam kompetisi tersebut Primus dan Imas mendapatkan nomor urut dua dalam Rapat Pleno Terbuka, KPU Kabupaten Subang tentang Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon, di aula KPU Subang, pada 3 September 2008. Primus dan Imas bersaing dengan lima pasangan lainnya yang diusung dari berbagai partai dan kalangan independen. Dalam pemilihan tersebut Primus dan Imas kalah. Mereka dikalahkan oleh pasangan Eep Hidayat dan Ojang Sohandi yang diusung PDI Perjuangan.
Kekalahan Primus ini sempat memicu isu yang tidak sedap. Ia dikabarkan bangkrut dan memiliki utang hingga Rp5 miliar. Kebangkrutan tersebut, menurut kabar membuat rumahnya yang berada di daerah Jakarta Selatan disita. Hal ini dibantah oleh sepupu Primus dan memang tidak terbukti karena sampai saat, Primus masih berdomisili di rumah tersebut.
Kekalahannya menjadi bupati dan wakil bupati, serta isu miring seputar kebangkrutannya tidak membuat Primus menarik diri dari dunia politik. Hal itu dijadikan Primus sebagai pelajaran. Ia pun mencalonkan diri menjadi anggota DPR mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat IX. Pencalonan ini mendapatkan dukungan dari sang istri, Jihan Fahira dan keluarga dekatnya.
Pria berdarah Iran tersebut mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN). Berbagai kampanye dilakukannya mulai dari mendatangi rumah-rumah hingga berpidato di lapangan. Banyak yang mengenal Primus lebih sebagai artis dibandingkan politikus. Hal ini justru membuat Primus lebih mudah berkampanye dan meningkatkan popularitas di daerah pemilihannya. Dengan kerja keras dan popularitasnya yang tinggi sebagai artis, Primus Yustisio berhasil lolos menjadi anggota DPR periode 2009-2014. Ia bahkan menjadi calon legislatif (caleg) PAN yang memperoleh suara terbanyak di partai politiknya, yaitu sebesar 60.684 suara.