Haru, Dua Prajurit Muda Kopassus Gugur di Gunung Teteh

VIVA Militer: Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat
Sumber :
  • Youtube

Aceh, VIVA – Tim Gading 3 Kopassus yang dipimpin oleh Letda Inf Richard Sangari kembali ke pos setelah menjalankan patroli selama sepuluh hari di wilayah Bukit Selamat dan Bukit Hitam, Aceh Timur pada Kamis, 25 Maret 2004.

img_title Ajudan Jokowi Windra Sanur Naik Pangkat Jadi Mayor: Dua Kali Pakai Pangkat Mayor

Namun, setibanya di pos pukul 16.00 WIB, mereka segera menerima perintah operasi dari Danki Gading, Kapten Inf Agung Udaya, untuk melakukan penyergapan terhadap kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di sekitar Gunung Teteh, Rantau Panjang, Aceh Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanpa menunda waktu, Letda Inf Richard Sangari mengumpulkan prajuritnya dan membagi tugas-tugas operasi. Pasukan dijadwalkan bergerak menuju sasaran pada pukul 03.00 WIB tanggal Jumat, 26 Maret 2004. 

img_title Viral! Mercy Pakai Pelat TNI Arogan dan Ugal-ugalan di Jaksel, Puspen TNI: Pelat Palsu

Malam itu, sekitar pukul 23.00 WIB, Prada Heroik Teguh Putra mendatangi komandannya dan meminta izin untuk ikut dalam operasi. 

img_title 1.508 Polantas Dikerahkan Saat HUT TNI di Monas, Begini Skema Rekayasa Lalu Lintasnya

"Ijin Danton, saya sudah diizinkan oleh Danki untuk ikut patroli. Masa saya hanya di Komando Kompi saja? Saya akan patroli, Dantim," ujar Prada Heroik, dikutip VIVA dari Instagram Penkopassus, Kamis, 13 Februari 2025.

Mendengar permintaan itu, Letda Richard segera memberi izin dan memerintahkan Heroik untuk bersiap.

Pada pukul 03.00 WIB, Tim Gading 3 mulai bergerak menuju sasaran. Dua jam kemudian, mereka tiba di titik pencar. Prada Heroik dan Pratu Hartono ditugaskan di posisi penutup, sementara kelompok penyerang yang dipimpin langsung oleh Letda Richard mencari posisi kelompok GAM.

Pada pukul 06.45 WIB, Letda Richard bersama caraka Prada Aceng berhasil menemukan posisi lawan yang berada di puncak bukit dengan jarak sangat dekat, sekitar 1,5 meter. Tanpa ragu, Letda Richard segera menembak mati tiga anggota GAM dan menyita dua pucuk senjata M16.

Saat sisa kelompok GAM berusaha melarikan diri, mereka dihadang oleh kelompok penutup. Prada Heroik dan Pratu Hartono berhasil menembak mati dua anggota GAM lainnya dan menyita dua pucuk senjata AK-47. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka terus mengejar dua anggota GAM yang berusaha melarikan diri ke arah irigasi sawah. Namun, dalam baku tembak yang sengit, peluru lawan mengenai pangkal paha Prada Heroik. Dengan suara lemah, ia berteriak, "Astagfirullah, saya kena!" 

Pratu Hartono juga terkena tembakan di bagian paha. Rekan-rekan mereka segera menarik keduanya ke tempat yang lebih aman untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut