Panggilan di Tengah Malam

Ilustrasi
Sumber :
  • U-Report

Saya diamkan sebentar, tapi dia malah kirim PING terus. Akhirnya saya pun membalas BBM-nya. Tidak lama, dia balas BBM saya yang isinya "De, keluar sebentar. Penting!" Belajar dari pengalaman saya yang sudah-sudah, saya agak pesimis kalau ini memang beneran penting. Paling cuma mau curhat.

img_title Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UMI

Akhirnya sambil malas-malasan saya pun keluar rumah. Tetangga saya itu  sudah menunggu di depan gerbang rumah saya. Dia menunggu sambil pasang senyum-senyum tidak jelas. Saya semakin pesimis kalau pertemuan ini memang beneran berguna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia langsung nunjukkin BB-nya dan terus masuk ke aplikasi chat. Terus dia bertanya dengan polos, "De, bahasa Inggrisnya ‘Apa kabarmu dan sudah punya pacar belum' apa ya?" Sebentar-sebentar, Kita luruskan dulu. Jadi dia manggil saya keluar rumah jam 12 malam cuma buat nerjemahin kalimat yang anak SD pun pasti tahu?

img_title Wahai Orang yang Tidak Berpuasa, Hormatilah Bulan Ramadan

Rasanya semua kalimat sumpah serapah pengen keluar dari mulut saya. Dan yang benar-benar bikin saya marah adalah ternyata dia lagi chatting sama orang Thailand. Dia bilang kalau cewek Thailand-nya seksi dan cantik. Dia bilang begitu gara-gara lihat PP si cewek Thailand itu. "Cantik banget De. Pakai bikini."

Saya lihat baik-baik, saya deketin mata saya ke layar BB-nya. Ini kan foto Selena Gomez.. Ya, Selena yang mantannya si Justin Bieber itu. Lucunya, tetangga saya enggak tahu kalau itu Selena Gomez dan dia percaya banget kalau dia lagi chatting sama cewek cantik dari Thailand!

img_title Jadi Dewa Mabuk Sehari

Saya diam saja dan saya enggak mau ngerusak kesenengan dia. Saya pun baru tahu kalau aplikasi chat itu bisa dipake buat kirim voice (suara). Yang bikin saya ngakak, si cewek itu kirim voice, dia tanya, "Where are you come from?" Tetangga saya balas kirim voice, dan dia menjawab dengan suara sok cool, “At home." Loh, kok ‘at home’? Enggak nyambung woy!

Setelah saya ajarin sebentar, dia pun pamit pulang sambil bilang "maaf-maaf" ke saya berulang kali. Saya kira setelah kejadian itu, saya enggak akan pernah dapat panggilan tengah malam lagi. Tetangga saya itu pun kayaknya sudah asyik dengan dunia chatt-nya. Tapi ternyata itu cuma sementara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut