Madura sebagai Serambi Madinah

Pamekasan, Madura.
Sumber :
  • http://4.bp.blogspot.com

VIVA.co.id – Madura merupakan sebuah pulau yang terletak di Provinsi Jawa Timur, dan memiliki empat kabupaten yang kaya akan tempat wisata dengan pemandangan alam yang mengagumkan. Madura juga memiliki keragaman budaya yang unik. Madura juga dikenal dengan nilai religius yang tinggi dan pendidikan akhlak yang dijunjung tinggi di masyarakatnya.

img_title Kalah Saing! Komunitas Warung Madura Geruduk Warung Non-Madura, Warganet: Meresahkan!

Madura sebagai Serambi Madinah. Hal ini diasosiasikan dengan sebuah komunitas kota yang kaya akan nilai religius dan menjunjung tinggi pendidikan karakter. Layaknya Madinatun Nabi, yang memiliki peradaban yang agung dan didasarkan pada hakikat agama, demikianlah Madura. Madura dengan sebutan pulau seribu pesantren merupakan hal pendukung akan inisial Madura sebagai Serambi Madinah dan merupakan fakta yang tak bisa terbantahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesantren juga merupakan lembaga yang mendukung untuk menghadapi tantangan global. Pesantren tidak sepenuhnya mengubah secara mutlak akan tradisi lamanya. Madura dengan banyaknya pesantren tetap sangat kental dengan budaya dan peradabannya dengan tipikal yang lekat akan nilai keagamaan. Sehingga Madura dapat meminimalisir dan terhindar dari intervensi.

img_title Kalapas Pamekasan Tepis Adanya Bilik Asmara Bertarif: Kalau Ada Petugas Bermain Ditindak

Sampai saat ini, perjalanan pesantren di Madura mengalami puncak kejayaan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pembangunan pesantren  yang menjulang. Walaupun kini, pesantren mengalami pergeseran dari nilai hakikinya. Banyaknya budaya luar yang masuk dan era globalisasi merupakan hal yang mendoktrin pesantren. Dan Madura mungkin akan mengalami pergeseran nilai sebagai Serambi Madinah.

Di pulau garam ini, pesantren masih mengakar kuat di tengah masyarakat. Baik pesantren-pesantren yang diakui di depan hukum ataupun pesantren yang tidak terdaftar secara yuridis. Pesantren juga merupakan lembaga alternatif bagi masyarakat Madura yang hasilnya diakui di masyarakat.

img_title Pagar Tembok Karapan Sapi di Sumenep Ambruk Timpa 4 Penonton, Satu Tewas

Kepercayaan masyarakat akan pesantren bukan hanya sebagai lembaga yang dianggap bebas akan pergaulan di masa modern sehingga pesantren dianggap rumah aman bagi para putra-putri mereka, melainkan juga banyaknya masyarakat yang mempunyai tekad yang kuat untuk memperdalam ilmu agama.

Di satu sisi, di Madura ada satu tradisi yang begitu kental dan turun temurun, yaitu carok. Yang menjadi pemicu adanya carok biasanya karena sakit hati yang disebabkan istri atau anak perempuannya diganggu atau bisa jadi disebabkan persoalan utang piutang. Sejauh ini masyarakat Madura menganggap carok sebagai kultural.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut