Dilema Pemakan Daging di Musim Kurban

Kambing yang dijajakan di pinggir jalan untuk hewan kurban.
Sumber :
  • U-Report

Para penyayang binatang, silakan menghujat saya yang kemudian malah kembali ke motor dan tidak membawa si kucing pergi. Saya dihinggapi sesal, tetapi dalam kondisi saya sekarang, saya belum mampu. Saya cuma bisa berdoa dalam hati, semoga anak-anak itu menyayangi si kucing. Ojek kembali melaju, tetapi kemudian saya diingatkan bahwa saya akan menghadapi bulan umat muslim merayakan Idul Adha.

img_title Arus Balik Long Weekend Idul Adha Lancar, Kinerja PJR Jateng Diapresiasi Kakorlantas

Di beberapa ruas jalan, saya melihat kambing-kambing, ada yang berdiri dan ada yang bersimpuh di trotoar, tengah dijajakan. Tadi siang mungkin mereka kepanasan, dan sore ini kehujanan. Saya teringat beberapa hari yang lalu, ada beberapa teman di whatsap group yang berkirim foto-foto kambing kurban dan menjadikan foto-foto tersebut sebagai bahan bercanda. Foto-foto itu diberi caption semisal 'kok bentuk kamu jadi begini sekarang?' 'Pasti ini harum parfum kamu.' dan sebagainya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbagai respon menunjukkan bahwa candaan seperti itu lucu, tidak ada rasa iba melihat hewan-hewan itu terikat di pinggir jalan, menghirup debu, kepanasan, jadi bahan tontonan. Saya muak dengan mereka. Jangan salah sangka. Saya tidak menyangkal kemuliaan filosofi di balik ritual kurban, yaitu berbagi dengan orang lain yang kurang mampu.

img_title KAI Catat Okupansi 115 Persen di Puncak Arus Balik Libur Panjang Idul Adha

Yang saya sedihkan, cara para hewan kurban diperlakukan. Karena mereka akan mengorbankan nyawa untuk memuaskan lapar manusia, salahkah bila mereka diperlakulan dengan lebih baik? Semakin sedih saya jika memikirkan kemumgkinam bahwa sejak lahir bisa saja mereka terus-menerus mengalami perlakuan buruk. Bisa jadi, disembelih merupakan peristiwa terbaik dalam hidup mereka karena lalu penderitaan mereka berakhir.

Saya berharap betul bahwa setelah mereka melintasi jembatan pelangi, mereka bisa berlarian sepuas hati di padang rumput paling subur dan paling segar sealam semesta. Sayangnya, di negara ini, binatang cuma warga kelas 13 mungkin. Jangankan mau bertindak manusiawi terhadap hewan, kepada sesama manusia saja tak manusiawi. Dan saya pun bisanya cuma berkoar-koar melalui tulisan ini, lalu pada saat hari raya, ikut menyicipi daging kambing, yang mungkin sore tadi menatapi saya dengan sorot mata kesedihan. (Tulisan ini dikirim oleh Sylvia_Masri)

img_title Terapkan Konsep Ramah Lingkungan, Prudential Syariah Salurkan Daging Kurban untuk Warga di Wilayah 3T
Berbagi Hewan Kurban

Bukan Sekadar Ritual, Makna Kurban dari Kacamata Mereka yang Tak Terlihat

Idul Adha bukan sekadar ritual, tapi tentang ketulusan berbagi dan melihat mereka yang sering terlewatkan—karena cinta dan kepedulian tak kenal batas.

img_title
VIVA.co.id
13 Juni 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut