Pentingnya Sensus Pertanian 2023
- vstory
VIVA – Presiden Joko Widodo mencanangkan Pelaksanaan Sensus Pertanian tahun 2023 di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 15 Mei 2023. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa data yang akurat sangat diperlukan untuk memutuskan sebuah kebijakan yang tepat, salah satunya dalam sektor pertanian.
Pada kesempatan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menuturkan, pelaksanaan sensus pertanian yang selama ini digelar setiap sepuluh tahun sekali, merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan rekomendasi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO. Sensus pertanian pertama kali dilaksanakan di tanah air pada tahun 1963 dan dengan demikian Sensus Pertanian 2023 (ST2023) merupakan sensus pertanian yang ke-7.
Tema yang diusung dalam Sensus Pertanian 2023 adalah “Mencatat Pertanian Indonesia untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”. Tema ini mengandung makna bahwa data hasil sensus pertanian 2023 diharapkan dapat menjadi landasan yang valid dalam perumusan kebijakan di bidang pertanian.
Sensus pertanian 2023 memiliki tujuan utama yaitu menyediakan data terkait kondisi pertanian Indonesia secara komprehensif sampai dengan wilayah terkecil. Ada sejumlah hal yang termasuk dalam sensus pertanian 2023.
Pertama yaitu data pelaku usaha pertanian secara by name by address (lengkap nama dan alamat), sehingga dapat digunakan sebagai acuan program pemerintah di bidang pertanian, geospasial statistik pertanian, dan potensi pertanian serta urban farming. Kedua yaitu struktur demografi petani termasuk petani milenial. Ketiga yaitu luas lahan pertanian menurut penggunaan jenis kepemilikan dan irigasi. Berikutnya yaitu penyediaan basis data UMKM di sektor pertanian.
Sensus pertanian 2023 akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Juni hingga 30 Juli 2023 dan mencakup 7 subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa pertanian. Dalam kurun waktu dua bulan tersebut, lebih dari 190 ribu petugas dikerahkan untuk mendata seluruh responden ST2023. Responden yang akan didata meliputi usaha pertanian perseorangan atau petani, usaha pertanian berbadan hukum atau perusahaan, dan usaha pertanian lainnya di seluruh wilayah Indonesia.
Peran Strategis
Sektor pertanian berperan penting dalam kehidupan, pembangunan, dan perekonomian Indonesia. Saat pandemi Covid-19 dan ekonomi Indonesia terkontraksi 2,07 persen pada tahun 2020, sektor pertanian tetap tumbuh positif di angka 1,77 persen dan di tahun 2021 tumbuh 1,87 persen. Kemudian pada tahun 2022 sektor pertanian tumbuh menjadi 2,25 persen dan memberikan kontribusi pada perekonomian nasional sebesar 12,40 persen. Ekspor produk pertanian dan olahannya juga menjadi penyumbang utama surplus neraca perdagangan barang Indonesia saat masa pandemi.