Disindir Diam Saja, Ternyata Ini Cara OJK Selesaikan Skandal Jiwasraya

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan, Riswinandi.
Sumber :
  • M Yudha Prastya/VIVA.co.id

VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku terus terlibat aktif dalam proses penyehatan PT Asuransi Jiwasraya. Saat ini, OJK tengah mengawasi mekanisme penyehatan yang dilakukan Pemerintah terhadap asuransi pelat merah tersebut.

Kejagung Lelang 59 Bidang Tanah Milik Benny Tjokro, Nilainya Nyaris Rp19 Miliar!

Anggota Dewan Komisioner OJK, Riswinandi mengatakan, dalam proses penyehatan di industri asuransi, yang paling penting adalah komitmen permodalan dari pemegang sahamnya, dalam hal ini pemerintah, supaya likuiditas perusahaan dapat terjaga.

"Karena ketika bisnis masuk ke sektor itu ya risikonya di situ dan menjadi tanggung jawab dari pemegang saham. Alhamdulillah kita sudah dengar Kementerian BUMN akan menyelesaikan," kata dia di Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.

Resmi: Pergantian Direktur Utama Perum BULOG oleh Kementerian BUMN

Sebagaimana yang telah diketahui, lanjut dia, pemerintah bersama manajemen baru melakukan aksi korporasi untuk menambah likuiditas Jiwasraya demi menyelesaikan polis jatuh tempo para nasabahnya. Salah satunya pembentukan anak usaha Jiwasraya Putera.

"Diundanglah strategic investor. Ini prosesnya masih berjalan, kalau sudah ada calon investor kita evaluasi apakah layak menjalankan industri asuransi. Jangan sampai investor yang masuk enggak ngerti industri asuransi," katanya.

Pendapatan 2024 Tembus Rp2,3 Triliun, Tokio Marine Indonesia Pede Genjot Kinerja Bisnis

Di samping itu, lanjut dia, direncanakan juga pembentuk holding asuransi di lingkungan milik pemerintah. OJK ditegaskannya berpartisipasi dalam penyusunan peraturan pemerintahnya. Karena ada pengalihan saham nantinya sehingga OJK harus mengawasi. 

"Ini kita ikut lihat bagaimana pembentukan holding secara pengaturannya enggak menyimpang," tegas dia.

Di sisi lain, sebelumnya, OJK telah mengingatkan Jiwasraya untuk mengevaluasi produk saving plan dan menyesuaikan guaranted return sesuai dengan kemampuan pengelolaan investasi Perusahaan. Dalam hal Jiwasraya akan menghentikan seluruh produk saving plan, maka perlu memperhatikan kondisi likuiditas perusahaan.

Pikiran Terbaik Negeri 2025, Kementerian BUMN

Kementerian BUMN Dorong Implementasi Inovasi dan Ide Wirausahawan Sosial, Begini Strateginya

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Investasi Strategis, Pahala Mansury, bahkan turut menekankan betapa pentingnya keberlanjutan dari ide-ide para inovator tersebut.

img_title
VIVA.co.id
26 Agustus 2025