Djenar Maesa Ayu

Djenar Maesa Ayu
Sumber :

Nama: Djenar Maesa Ayu

img_title Uhm Ji Won

Jenis Kelamin:  Wanita

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tempat/ Tanggal Lahir: Jakarta, 10 Januari 1970

img_title Julie Estelle

Anak:  Banyu Bening, Batari Maharani

Mantan Suami: Edi Widjaya

img_title Joko Anwar

Orangtua: Sjumandjaya,  Toety Kirana

Saudara: Aksan Sjuman

Website: www.djenar.com

Facebook: Djenar Maesa Ayu

Twitter: @djenarmaesa

PERJALANAN KARIER

Djenar Maesa Ayu adalah salah satu penulis perempuan Indonesia yang cukup menonjol. Cerpen-cerpennya yang bernuansa feminin membuat namanya dikenal dan diperhitungkan. Namanya semakin melambung saat dia terjun ke dunia film.

Djenar mengawali kariernya sebagai penulis cerita pendek (cerpen) dan kemudian menulis novel. Dia lahir dari keluarga yang dekat dengan seni. Ayahnya Sjumandjaya adalah seorang penulis dan sutradara terkemuka, sedangkan ibunya Toety Kirana adalah aktris era '70an.

Dari kecil Djenar telah terbiasa dengan aktivitas seperti baca buku sastra, dan nonton film. Dalam menulis Djenar mengaku berguru pada nama-nama besar seperti Seno Gumira Ajidarma, Budi Darma, dan Sutardji Coulzum Bachri. Mereka, menurut Djenar, memperkenalkannya pada keberanian dalam menulis.

Keberaniannya menulis bertema feminisme dianggap sebagai kelanjutan dari kebangkitan perempuan pengarang era 2000-an. Sejumlah cerpennya dianggap banyak kritikus sastra sebagai karya yang mengelaborasi tema seksualitas dan dunia perempuan. Tak jarang, setiap karyanya terbit, selalu disertai kontroversi. Dia tak segan memasukan sejumlah tema-tema krusial seksualitas berikut idiom dan frasanya, seperti hubungan tak lazim dalam dunia seks, dan sejumlah tema pemberontakan perempuan yang selama ini masih jarang dijamah penulis lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karya-karya Djenar banyak mendobrak tabu dan tak jarang dinilai vulgar. Namun di sisi lain banyak yang menilai karyanya mencerahkan.
Djenar termasuk perempuan penulis yang produktif. Dalam kurun waktu tujuh tahun, empat judul buku sudah tergarap, dan tiga di antaranya itu masuk sebagai shortlist anugerah sastra tahunan Khatulistiwa Literary Award tahun 2002, 2004 dan 2006. Dan setiap buku karyanya selalu termasuk deretan daftar buku bestseller.

Buku pertama Djenar yang berjudul ‘Mereka Bilang, Saya Monyet!’ telah cetak ulang sebanyak delapan kali dan masuk dalam nominasi 10 besar buku terbaik Khatulistiwa Literary Award 2003, selain itu, buku ini juga akan diterbitkan dalam bahasa Inggris.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut